By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Dosen UGM Ungkap Alasan Gen Z Sulit Dapat Kerja: Ekspektasi Tinggi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dosen UGM Ungkap Alasan Gen Z Sulit Dapat Kerja: Ekspektasi Tinggi

Terkini

Dosen UGM Ungkap Alasan Gen Z Sulit Dapat Kerja: Ekspektasi Tinggi

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Dosen Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dian Fatmawati, mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan antara pertumbuhan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya pengangguran di kalangan Gen Z.

Contents
Persaingan Ketat dan Pertumbuhan Lapangan Kerja yang LambatGen Z Lebih Kritis dan Selektif dalam Memilih PekerjaanPerlu Sikap Realistis dan Dukungan Kebijakan Pemerintah

Menurutnya, kondisi ini diperburuk dengan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pekerjaan yang layak, yang membuat mereka cenderung lebih selektif dalam memilih pekerjaan.

“Saat ini sekitar 65 persen penduduk Indonesia berada di usia produktif (15–64 tahun). Sayangnya, pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak secepat jumlah pencari kerja. Akibatnya, terjadilah mismatch yang mendorong angka pengangguran naik,” jelas Dian, Minggu (4/5).

Persaingan Ketat dan Pertumbuhan Lapangan Kerja yang Lambat

Dian menyebut bahwa ketimpangan antara supply dan demand tenaga kerja bukan persoalan baru. Ia merujuk pada laporan Asian Development Bank (ADB) tahun 2016 yang menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia cenderung tertinggal dibanding laju pertambahan angkatan kerja.

“Dengan tingginya jumlah usia produktif, persaingan makin ketat. Tidak semua lulusan bisa langsung terserap karena ketersediaan kerja belum mencukupi,” tambahnya.

Gen Z Lebih Kritis dan Selektif dalam Memilih Pekerjaan

Generasi Z, menurut Dian, memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia kerja dibanding generasi sebelumnya. Mereka cenderung menilai pekerjaan dari aspek kelayakan, seperti keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan lingkungan kerja yang mendukung.

“Sudah ada gambaran pekerjaan ideal yang mereka miliki. Mereka lebih picky, punya ekspektasi tinggi terhadap dunia kerja,” ungkap Dian.

Namun, ia menyadari bahwa masih banyak pekerjaan di Indonesia yang belum memenuhi standar layak. Ketika realita tidak sesuai harapan, hal ini bisa menimbulkan kekecewaan hingga akhirnya memilih untuk tidak bekerja terlebih dahulu.

Dian juga menyoroti perbedaan latar belakang ekonomi. Gen Z dari keluarga menengah ke atas cenderung memiliki ruang untuk menunda bekerja, sedangkan mereka dari kalangan ekonomi bawah biasanya lebih siap menerima pekerjaan apa pun yang tersedia.

Baca Juga :

Fakta-fakta TPN Ganjar-Mahfud Sebut Banyak Kecurangan Terstruktur hingga Masif dalam Pemilu 2024
Percobaan Penculikan di TK Hang Tuah, Waspada dan Peringatan Penting bagi Orang Tua

Perlu Sikap Realistis dan Dukungan Kebijakan Pemerintah

Melihat situasi ekonomi yang tengah menantang, Dian memperkirakan bahwa ke depan Gen Z akan mulai bersikap lebih realistis, terutama bagi mereka yang baru lulus kuliah.

“Terjun lebih awal ke dunia kerja bisa memberi banyak keuntungan. Selain menambah pengalaman, juga bisa memperluas jaringan dan keterampilan yang berguna untuk masa depan,” jelasnya.

Dian juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menyikapi persoalan pengangguran dan kualitas pekerjaan, termasuk kebijakan tentang PHK massal yang sempat meningkat di awal 2025.

“Pemerintah harus hadir untuk mengatur ketenagakerjaan secara lebih ketat, termasuk menyusun regulasi yang melindungi pekerja dan mendorong kualitas kerja. Gen Z bukan hanya peduli soal gaji, tapi juga jam kerja, lingkungan kerja sehat, dan dukungan untuk kesehatan mental,” tutupnya.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:gen zkerja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Cucu Ki Hadjar Dewantara, Antarina SF Amir Luncurkan Buku Pendidikan Global Dorong Gen Z Kuasai 8 Life Skills Esensial
Next Article Diramaikan Yura Yunita hingga Gubernur, #DBLFest 2025 Trending!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

18 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index