Inversi Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan baru menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan anggaran melalui langkah-langkah efisiensi yang ketat.
Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa meskipun anggaran lembaga saat ini telah mengalami penyesuaian menjadi sebesar Rp268 triliun, pihak BGN tetap optimistis mampu menjalankan program prioritas nasional tanpa mengurangi jumlah sasaran penerima manfaat.
Dalam konferensi pers yang digelar pasca konsolidasi perdana jajaran pimpinan BGN di Jakarta, Nanik menekankan bahwa efisiensi adalah prioritas utama dalam upaya mendukung kebijakan fiskal pemerintah yang lebih disiplin dan akuntabel.
Strategi Efisiensi Tanpa Mengurangi Sasaran
Nanik menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini akan difokuskan pada optimalisasi setiap rupiah yang dibelanjakan. Ia bahkan menargetkan untuk menekan pengeluaran lebih jauh di masa mendatang, dengan catatan bahwa target penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui tetap terjaga sesuai dengan target pemerintah.
“Hal pertama yang menjadi fokus kami adalah melakukan efisiensi anggaran. Meskipun saat ini anggaran telah disesuaikan menjadi Rp268 triliun, kami berharap dapat terus melakukan efisiensi lebih lanjut. Kuncinya adalah bagaimana melakukan optimasi tanpa mengurangi sasaran penerima manfaat sedikit pun,” ujar Nanik.
Empat Pilar Konsolidasi BGN
Dalam agenda konsolidasi perdana pascapelantikannya, Nanik memaparkan empat poin utama yang menjadi fokus kebijakan BGN dalam jangka pendek dan menengah:
- Reorientasi Penerima Manfaat: BGN akan memfokuskan kembali basis data penerima manfaat untuk memastikan ketepatan sasaran, sehingga program benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan dengan tingkat efektivitas yang maksimal.
- Penundaan Ekspansi Infrastruktur: BGN memutuskan untuk menunda pembangunan titik-titik baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Fokus saat ini adalah memastikan kualitas dari infrastruktur yang sudah ada agar berjalan optimal sebelum merambah ke wilayah baru.
- Pembenahan dan Standarisasi Dapur: BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur-dapur yang telah beroperasi. Fokusnya adalah perbaikan alur kerja, peningkatan standar higienitas, serta pelatihan intensif bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di lapangan. Nanik menegaskan bahwa dapur yang tidak memenuhi standar kualitas makanan akan dikenakan sanksi penangguhan operasional (suspend).
- Implementasi Program di Daerah 3T: BGN akan merealisasikan Program MBG bagi wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dengan menerapkan berbagai skema alternatif. Skema ini dirancang agar pelaksanaan program tetap berjalan efektif dengan pola pembiayaan yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Komitmen terhadap Kualitas dan Transparansi
Langkah-langkah ini diambil menyusul pergantian kepemimpinan BGN yang diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026. Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN diharapkan membawa perubahan signifikan dalam tata kelola lembaga, terutama dalam aspek transparansi anggaran dan pengawasan kualitas pangan.
Nanik menyadari bahwa tantangan di depan cukup besar, namun dengan memperketat standar operasional di setiap dapur, BGN yakin dapat meminimalisasi risiko yang tidak diinginkan dan meningkatkan kualitas nutrisi yang disajikan. Ia mengimbau kepada seluruh jajaran pengelola SPPG untuk mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik dan negara.
Menjaga Kepercayaan Publik
Publik menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan Program MBG. Oleh karena itu, kebijakan untuk menunda pembangunan fisik baru dan fokus pada perbaikan kualitas operasional yang ada dinilai sebagai langkah yang bijak. Hal ini memberikan ruang bagi BGN untuk mematangkan sistem sebelum melakukan perluasan jangkauan yang lebih luas di masa depan.
BGN juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk memastikan distribusi logistik bahan pangan berjalan lancar dan efisien.
Dengan pendekatan yang terukur dan efisien, BGN menargetkan Program MBG tidak hanya sekadar program pemberian makan, tetapi benar-benar menjadi fondasi kuat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.