Inversi Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan ini dilakukan di tengah upaya pemerintah untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran dan pembersihan internal menyusul terungkapnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pimpinan lembaga tersebut.
Pengumuman penunjukan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta. Keputusan Presiden (Keppres) terkait penunjukan Nanik S. Deyang telah ditetapkan, menjadikannya pemegang kendali administratif tertinggi di BGN guna memastikan kesinambungan operasional program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rekam Jejak dan Alasan Penunjukan
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemilihan Nanik S. Deyang didasari oleh pertimbangan kompetensi dan pemahamannya yang mendalam terhadap ekosistem Badan Gizi Nasional.
Sebelum diangkat sebagai Kepala BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, sehingga ia dinilai memiliki bekal pengalaman yang memadai untuk memahami seluruh alur kerja, tantangan lapangan, serta detail teknis kegiatan lembaga.
“Kami meyakini beliau memiliki waktu dan pemahaman yang cukup untuk menguasai seluruh proses bisnis yang berjalan di Badan Gizi Nasional. Beliau telah terlibat langsung dalam pengawasan internal, sehingga transisi kepemimpinan ini diharapkan dapat berjalan dengan mulus tanpa mengganggu pelayanan kepada penerima manfaat,” ujar Prasetyo Hadi.
Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan bahwa sosok Nanik dikenal memiliki integritas yang tinggi dan gaya kepemimpinan yang sangat tegas. Selama masa pengabdiannya sebagai Wakil Kepala, Nanik dinilai sebagai individu yang sangat ketat dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap operasional dapur-dapur gizi di berbagai daerah.
“Beliau sangat strict dan tegas. Dalam setiap evaluasi, Nanik selalu menekankan disiplin tinggi terhadap standar operasional prosedur (SOP). Ketegasan inilah yang menjadi pertimbangan utama Presiden untuk menunjuknya, agar ia dapat sesegera mungkin melakukan perbaikan dan pembenahan menyeluruh terhadap sistem yang ada,” tambah politikus tersebut.
Langkah Tegas Menanggapi Kasus Korupsi
Pergantian pimpinan ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, beserta dua mantan Wakil Kepala BGN lainnya, yakni Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sanjaya dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo pada Selasa, 2 Juni 2026. Sehari berselang, Kejaksaan Agung secara resmi menetapkan Dadan dan dua mantan pimpinan BGN tersebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Penegakan hukum ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk penyimpangan anggaran dalam program yang sangat vital bagi kesehatan generasi penerus bangsa.
Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Tugas berat kini berada di pundak Nanik S. Deyang untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap Badan Gizi Nasional. Sebagai Kepala BGN yang baru, ia diharapkan mampu membawa perubahan dalam budaya kerja lembaga ke arah yang lebih transparan dan akuntabel.
Beberapa agenda mendesak yang harus segera dilakukan di bawah kepemimpinan baru ini meliputi:
- Audit Internal Menyeluruh: Melakukan pengecekan ulang terhadap setiap kontrak kerja sama dan alur distribusi logistik untuk memastikan tidak ada celah bagi penyalahgunaan wewenang.
- Penegakan SOP: Memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia mematuhi aturan higienitas, kualitas gizi, dan transparansi keuangan.
- Penyelarasan SDM: Melakukan evaluasi terhadap para petugas lapangan untuk memastikan mereka memiliki kualifikasi dan komitmen moral dalam melayani masyarakat.
Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis merupakan fondasi pemerintah dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, integritas dalam pengelolaan program ini adalah harga mati.
Nanik S. Deyang dijadwalkan akan menjalani pelantikan formal dalam waktu dekat. Namun, secara administratif, ia telah memiliki kewenangan penuh untuk mulai bekerja melakukan pembenahan.
Publik berharap penunjukan ini dapat menjadi titik balik bagi Badan Gizi Nasional untuk kembali fokus pada misi utama, yakni memberikan nutrisi terbaik bagi anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui di seluruh pelosok Tanah Air dengan tata kelola yang bersih dan jujur.
Pemerintah berkomitmen bahwa penegakan hukum terhadap pimpinan sebelumnya tidak akan menghentikan program MBG. Justru, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program tetap berjalan dengan kualitas yang terjaga, tanpa kebocoran anggaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.