By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Fakta-fakta Alat Belajar SLB Ditagih Bea Masuk Ratusan Juta Rupiah hingga Alasan Bea Cukai
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Fakta-fakta Alat Belajar SLB Ditagih Bea Masuk Ratusan Juta Rupiah hingga Alasan Bea Cukai

Terkini

Fakta-fakta Alat Belajar SLB Ditagih Bea Masuk Ratusan Juta Rupiah hingga Alasan Bea Cukai

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menyebutkan bahwa masalah terkait alat belajar untuk sekolah luar biasa (SLB) yang terhambat dan diminta untuk membayar bea masuk yang mencapai ratusan juta rupiah, disebabkan oleh kurangnya komunikasi yang efektif.

SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta seharusnya menerima hibah berupa 20 keyboard braille yang dikirim oleh perusahaan OHFA Tech Korea Selatan sejak Desember 2022. Namun, pengiriman alat belajar tersebut terhambat karena terkena tarif bea masuk yang tinggi.

Askolani menjelaskan bahwa kurangnya koordinasi antara pihak SLB, Dinas Pendidikan, dan perusahaan jasa pengiriman (PJT) DHL Express Indonesia menyebabkan Bea Cukai tidak mengetahui bahwa alat belajar tersebut merupakan hibah.

Baca Juga: Profil dan Biodata TikTokers Galih Loss yang Ditangkap Polisi, Imbas Lecehkan Agama

“Jadi SLB, Dinas, kemudian juga PJT mengakui ini tidak terkomunikasi dengan baik sehingga kemudian menyikapinya kurang pas,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor DHL Express Indonesia, Tangerang, pada Senin, 29 April 2024.

Awalnya, keyboard braille untuk SLB tersebut dikirim melalui DHL dengan pengaturan pengiriman biasa, bukan sebagai hibah. Oleh karena itu, Bea Cukai mengenakan tarif sesuai dengan regulasi pemerintah.

Bea Cukai menetapkan nilai barang tersebut sebesar Rp 361,03 juta, meminta pihak sekolah untuk membayar Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) sebesar Rp 116 juta, dan juga biaya penyimpanan gudang yang dihitung per hari.

Baca Juga: DPR Soroti Wacana Kenaikan Tarif KRL, Bisa Ancam Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

“Nah, tidak ada info (kalau hibah), yang kemudian masuk ke kita sebagai barang kiriman, sehingga kami tetap hitung sebagai barang kiriman maka ada tarif kepabeanannya,” jelas Askolani.

Baca Juga :

‘Culture Shock’ Serial Baru yang Mengangkat Berbagai Topik Tabu Bagi Remaja
Peluang Emas bagi UMKM untuk Menggarap Pasar Rp621 Triliun
12Next Page

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Instagram Shen Yinhao Apa? Ini Medsos Wasit Laga Indonesia U-23 vs Uzbekistan
Next Article Biodata dan Profil Dea Aulia Firdaus, Istri dari Luthfi Halimawan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

9 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index