INVERSI.ID – Fenomena blind box kini menjadi salah satu tren populer di kalangan anak muda dan kidult (adult kids) di berbagai belahan dunia. Istilah kidult merujuk pada orang dewasa yang tetap menyukai hobi atau gaya hidup yang identik dengan anak-anak, mulai dari mengoleksi mainan hingga berburu figur miniatur. Dalam beberapa tahun terakhir, blind box semakin booming dan bahkan masuk ke pasar Indonesia dengan respons luar biasa dari generasi muda.
Tidak hanya di luar negeri, fenomena blind box juga menjamur di berbagai kota besar Indonesia. Toko mainan, pusat perbelanjaan, aplikasi belanja online, hingga event pop culture kini dipenuhi penggemar yang rela berburu kotak misteri demi mendapatkan karakter langka atau edisi terbatas. Antusiasme ini membuktikan bahwa blind box bukan sekadar mainan, melainkan bagian dari budaya populer yang memadukan hobi, koleksi, sekaligus gaya hidup.
Banyak anak muda merasakan keseruan saat membuka kotak misteri karena tak pernah tahu apa isi di dalamnya. Sensasi deg-degan inilah yang membuat fenomena blind box terus diminati. Seperti diungkapkan Dita Maharani (23), penggemar figur Dimoo dari POP MART,
“Rasanya seperti main tebak-tebakan berhadiah. Deg-degan, senang, dan sedikit menyesal kalau dapat karakter yang sama.”
Blind Box: Dari Tren Koleksi hingga Industri Bernilai Miliaran Dolar
Tak bisa dipungkiri, fenomena blind box telah menjelma menjadi bagian dari industri kreatif global. Merek-merek internasional seperti POP MART, TOP TOY, hingga Sonny Angel menjadi pemain utama dalam menghadirkan berbagai produk blind box, mulai dari figur miniatur, aksesori, hingga barang koleksi edisi terbatas.
Menurut laporan Statista Market Insights (2024), nilai pasar blind box global mencapai 13,7 miliar dolar AS dengan pertumbuhan tahunan lebih dari 9 persen. Angka ini mencerminkan betapa besarnya potensi industri ini, dengan Tiongkok menjadi pasar terbesar, disusul Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Popularitas blind box tidak hanya bertahan di kawasan Asia, tetapi juga merambah Eropa dan Amerika.
Salah satu merek paling fenomenal adalah POP MART, yang didirikan di Beijing pada 2010. Berawal dari produk lokal, kini POP MART sukses mengembangkan jaringan global dengan puluhan gerai di Inggris, termasuk di Oxford Street, Manchester, dan Birmingham. Bahkan, perusahaan itu menargetkan memiliki 17 gerai independen di Inggris pada akhir 2025. Scarlett Zhao, Kepala Pemasaran POP MART untuk Eropa, menyebut bahwa brand ini sudah bukan lagi sekadar merek untuk diaspora Asia, melainkan sudah menjadi bagian dari arus utama budaya pop global.
Fenomena blind box juga tak lepas dari peran media sosial. Para influencer rutin mengunggah momen unboxing ke TikTok, Instagram, hingga YouTube, membuat tren ini semakin meluas. Konten unboxing bukan hanya hiburan, tapi juga bagian dari pemasaran tidak langsung yang membuat banyak orang penasaran untuk ikut mencoba membeli blind box.
Fenomena Blind Box di Indonesia: Antara Hiburan, Koleksi, dan Komunitas
Di Indonesia, minat terhadap blind box berkembang sangat cepat. Generasi muda di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan semakin akrab dengan produk-produk koleksi dari POP MART maupun merek lainnya. Fenomena blind box juga diperkuat dengan hadirnya booth di event pop culture, pameran seni, serta keberadaan roboshop (mesin penjual otomatis khusus blind box) di beberapa pusat perbelanjaan.
Bagi sebagian anak muda, blind box bukan hanya sekadar hobi koleksi, melainkan juga pintu masuk ke dunia komunitas. Ada banyak grup penggemar blind box yang terbentuk, baik di media sosial maupun melalui pertemuan langsung. Mereka sering mengadakan kegiatan bertukar figur, berburu edisi langka, hingga membuat konten kreatif bersama.
Tren ini menunjukkan bahwa blind box mampu menjadi medium yang menghubungkan orang-orang dengan minat serupa. Tak jarang, hobi ini memberikan rasa kebersamaan dan identitas baru bagi generasi muda. Meski begitu, blind box juga memunculkan sisi kontroversial karena sifatnya yang adiktif dan membuat pembeli ingin terus mencoba hingga mendapatkan karakter yang diinginkan. Namun bagi para penggemarnya, sensasi tersebut justru menjadi daya tarik utama.
Lebih jauh lagi, fenomena ini juga membuka peluang bisnis baru. Retailer lokal maupun global memanfaatkan tren ini untuk menciptakan pengalaman belanja yang unik. Mulai dari kolaborasi dengan seniman lokal, edisi khusus untuk event tertentu, hingga penawaran eksklusif di platform belanja online. Hal ini menunjukkan bahwa blind box bukan sekadar tren sesaat, tetapi bagian dari dinamika industri kreatif yang terus berkembang.