Hai Inversi! Depok lagi-lagi bikin gebrakan. Tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Depok resmi menggelar Festival Kuliner Kebhinekaan yang berlangsung di halaman Balai Kota Depok, 6–9 Agustus 2025.
Event ini jadi ajang meriah bukan cuma buat pencinta kuliner, tapi juga bentuk nyata semangat kebersamaan di momen spesial: HUT ke-80 Republik Indonesia, Hari Koperasi ke-78, dan Hari UMKM Nasional ke-9.
Wali Kota Depok, Supian Suri, dalam sambutannya mengaku bangga atas inisiatif Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) bareng Dekranasda Kota Depok yang sukses menghadirkan event kuliner besar ini. Ia bahkan langsung wanti-wanti supaya festival ini jangan sampai berhenti di tahun pertama.
“Saya titip kepada Pak Sekda, kegiatan ini harus jadi agenda rutin tahunan. Jangan sampai tahun ini bagus, tahun depan hilang. Justru harus dievaluasi dan dipertahankan karena manfaatnya nyata bagi masyarakat,” tegas Supian.
Buat Wali Kota, potensi kuliner Depok itu luar biasa. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa, makanan-makanan khas Depok seharusnya udah cukup jadi magnet lokal tanpa perlu jauh-jauh dipasarkan ke luar kota.
“Kita lihat sendiri tadi, ada menu unggulan yang bikin orang rela antre panjang. Itu bukti kuliner kita punya daya tarik kuat,” tambahnya.
Sajian Rasa dari Sabang sampai Bali
Bukan Depok namanya kalau nggak bikin all out. Kepala DKUM Kota Depok, Mohamad Thamrin, menjelaskan kalau festival ini mengusung tema “Kuliner Nusantara” dengan melibatkan seluruh kecamatan di Kota Depok.
Jadi, jangan heran kalau kamu bisa keliling rasa Indonesia dalam satu tempat: mulai dari kuliner Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, sampai Bali.
Biar makin berwarna, festival ini juga ngajak UMKM yang udah dikenal luas, kayak Sipang Raya, Hegar, sampai Bubur Organik Gentong. Kehadiran brand lokal ini bukan cuma bikin pengunjung happy, tapi juga jadi motivasi buat UMKM baru bahwa bisnis kuliner punya peluang gede kalau digarap serius.
Selama tiga hari penyelenggaraan, panitia nyiapin 60 tenda bazar yang buka dari pagi sampai malam. Nggak cuma makan-makan, pengunjung juga ditemani hiburan biar vibes makin hidup.
Sistem belanja pun dibuat kreatif. Buat ASN Pemkot Depok, transaksi dilakukan dengan voucher pengganti konsumsi. Sementara masyarakat umum tetap bisa beli langsung atau pakai voucher.
Ada bonus tambahan: setiap belanja minimal Rp100 ribu bisa dapet kupon undian doorprize yang diundi di hari terakhir festival. Jadi, makan enak plus berkesempatan bawa pulang hadiah.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Bagi Pemkot Depok, festival ini bukan cuma soal kulineran. Event ini diharapkan bisa jadi wadah promosi kuliner lokal, sekaligus ajang untuk ningkatin daya saing UMKM. Apalagi, kuliner sudah terbukti jadi sektor yang bisa menyerap tenaga kerja, sekaligus jadi identitas budaya daerah.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, besar harapan festival ini bisa benar-benar jadi agenda tahunan. Nggak cuma jadi destinasi seru buat warga Depok, tapi juga bisa menarik wisatawan dari luar kota buat datang, belanja, dan ngerasain kekayaan rasa Nusantara.
Jadi, buat kamu yang ngaku foodies sejati, siap-siap! Festival Kuliner Kebhinekaan Depok bisa jadi salah satu highlight kuliner paling ditunggu tiap tahunnya. Makan enak, dukung UMKM, dan rayain keberagaman rasa dalam satu kota.