INVERSI.ID – Persaingan babak final four putaran pertama Proliga 2026 dipastikan berlangsung sengit. Ajang voli profesional ini akan digelar di Jawapos Arena, Surabaya, mulai 2 hingga 5 April, dengan mempertemukan delapan tim terbaik dari sektor putra dan putri.
Empat tim putra dan empat tim putri akan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket menuju grand final. Atmosfer kompetisi diprediksi memanas sejak laga pertama, mengingat seluruh peserta datang dengan persiapan matang.
Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan, dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu, menilai bahwa persaingan musim ini jauh lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.
Di sektor putra, tim juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi akan menghadapi tantangan dari Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, Garuda Jaya, serta Surabaya Samator. Sementara itu, sektor putri mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro sebagai juara bertahan dengan Jakarta Electric PLN Mobile, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, dan Jakarta Popsivo Polwan.
“Semua tim sudah menjalani persiapan dengan maksimal, bahkan beberapa tim putra dan putri mendatangkan pemain asing baru,” kata Regi, sapaan akrabnya.
Langkah perombakan skuad terlihat jelas, salah satunya dari tim putri Jakarta Pertamina Enduro yang merekrut Irina Voronkova untuk menggantikan Iana Shcherban. Keduanya merupakan pemain asal Rusia.
Voronkova sendiri bukan nama baru di Proliga. Ia pernah tampil pada musim 2024 bersama Jakarta Popsivo Polwan, meski saat itu belum berhasil mengantar timnya meraih gelar juara.
Manajer tim Pertamina Enduro, Widi Triyoso, mengungkapkan bahwa Voronkova dijadwalkan tiba di Surabaya pada Kamis siang setelah menyelesaikan laga final di Liga China.
“Malam ini dia bersama timnya main di laga final, besok pagi baru terbang ke Surabaya,” kata Widi.
Perubahan komposisi pemain asing juga dilakukan oleh tim putra. Jakarta Bhayangkara Presisi mendatangkan Martin Petrov Antanasov asal Bulgaria dan Bardia Saadat dari Iran. Sementara Aimal Khan asal Pakistan dilepas setelah berakhirnya fase reguler.
Di sisi lain, Jakarta LavAni merekrut pemain asal Jerman, Grozer Gyoergy, sebagai pengganti Nathaniel Dickinson dari Amerika Serikat. Grozer nantinya akan berduet dengan Taylor Lee Sander.
Berbeda dengan tim lainnya, Surabaya Samator memilih untuk tidak menambah pemain asing. Mereka tetap mengandalkan Lyvan Taboada Diaz sebagai tosser utama.
“Tidak ada tambahan pemain asing, kami masih mengandalkan pemain-pemain muda. Maka itu, kami tampil di final four ini dengan modal bonek, bondo nekat,” kata Manajer Surabaya Samator Hadi Sampurno.
Reginald Nelwan menambahkan, kehadiran pemain asing dengan kualitas internasional akan membuat persaingan semakin menarik dan ketat, sekaligus meningkatkan kualitas pertandingan di babak final four.
Dengan komposisi tim yang semakin solid dan strategi yang matang, final four Proliga 2026 diyakini akan menghadirkan pertandingan penuh tensi tinggi dan layak dinantikan para pecinta voli di Indonesia.