INVERSI.ID – Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa sore (31/3). Dampaknya, infrastruktur terdampak cukup serius, termasuk rusaknya kembali jembatan darurat yang sebelumnya dibangun pascabencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, mengonfirmasi kejadian tersebut dalam laporan resminya di Banda Aceh, Rabu.
“Telah terjadi banjir bandang dan tanah longsor pada sejumlah kecamatan di Aceh Tengah,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Rabu.
Berdasarkan data yang dihimpun dari petugas Pusdalops, bencana ini menerjang beberapa titik, di antaranya Desa Sepakat di Kecamatan Celala, Desa Gele Pulo serta ruas Jalan Bintang – Simpang Kraf di Kecamatan Bintang.
Selain itu, dampak juga dirasakan di Desa Lumut dan jembatan Kala Ili di Kecamatan Linge, Desa Mendale serta Paya Kumbi di Kecamatan Kebayakan, hingga kerusakan jembatan darurat di Kecamatan Ketol.
“Akibat banjir bandang ini, dua jembatan darurat yang dibangun saat bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu ambruk,” ujarnya.
Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan akses menuju sejumlah desa di Kecamatan Ketol kembali terputus, sehingga wilayah tersebut sempat terisolasi.
“Tidak ada korban jiwa, serta pengungsi akibat dari banjir bandang dan tanah longsor ini,” katanya.
Saat ini, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah masih terus melakukan penanganan di lapangan. Upaya yang dilakukan meliputi pengerahan alat berat guna mempercepat proses pemulihan infrastruktur.
“Saat ini, jalan Bintang Sp Kraf telah normal kembali. Sedangkan penanganan dua jembatan yang hanyut dan ambruk, sedang dilakukan mobilisasi alat berat guna pembuatan jembatan darurat,” demikian Bahron Bakti.