INVERSI.ID – Arus urbanisasi pasca-Lebaran 2026 mulai terlihat di wilayah Jakarta Selatan. Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta mencatat sebanyak 225 pendatang baru masuk ke kawasan tersebut dalam periode 25 hingga 30 Maret 2026.
“Tercatat sebanyak 225 pendatang baru di Jakarta Selatan dalam periode 25-30 Maret 2026,” kata Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Selatan, Salimin, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (31/3).
Dari jumlah tersebut, pendatang didominasi perempuan sebanyak 126 orang, sementara laki-laki tercatat 99 orang. Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, sekitar 29,33 persen memiliki tingkat pendidikan di atas sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), sedangkan 70,67 persen lainnya berada pada level SLTA ke bawah.
Secara ekonomi, mayoritas pendatang masuk dalam kategori berpenghasilan rendah dengan persentase 61,33 persen. Sementara itu, sisanya sebesar 38,67 persen tidak termasuk dalam kelompok tersebut.
“Mayoritas pendatang berasal dari wilayah penyangga Jakarta, yakni Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan,” ujar Salimin.
Wilayah tujuan terbanyak para pendatang berada di sejumlah kecamatan seperti Jagakarsa, Pesanggrahan, dan Pasar Minggu. Dari sisi aktivitas, sebagian besar pendatang diketahui berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, serta karyawan swasta.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengingatkan para pendatang agar sudah memiliki pekerjaan atau kepastian tempat tinggal sebelum datang ke ibu kota. Imbauan serupa juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meminta masyarakat menyiapkan dokumen kependudukan secara lengkap.
Meski demikian, pemerintah memastikan tidak akan menggelar operasi yustisi terhadap pendatang baru. Namun, kewajiban administrasi tetap harus dipenuhi oleh setiap warga.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkirakan jumlah pendatang pasca-Lebaran tahun ini mencapai 10 ribu hingga 12 ribu orang. Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana jumlah pendatang berkurang dari kisaran 27 ribu pada 2022 menjadi sekitar 16 ribu pada 2025.
Sementara itu, data Dukcapil DKI mencatat total 967 pendatang baru telah tiba di Jakarta dalam periode 25-30 Maret 2026.