INVERSI.ID – Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat (AS) di Indonesia menggelar roadshow bertajuk Freedom 250 di Natuna, Kepulauan Riau, pada 8–10 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang dilaksanakan sepanjang tahun di berbagai wilayah Indonesia.
“Kedutaan Besar AS di Indonesia merayakan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini,” kata Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Indonesia Peter Haymond dalam keterangan pers, Selasa (10/2).
Peter Haymond menjelaskan bahwa Natuna menjadi salah satu titik penting dalam agenda Freedom 250. Sebelumnya, kegiatan serupa telah lebih dulu digelar di sejumlah kota seperti Solo, Yogyakarta, dan Batam sebagai bagian dari pendekatan diplomasi publik AS di Indonesia.
Dalam rangkaian kunjungannya ke Natuna, Haymond memimpin delegasi Amerika Serikat mengunjungi Pangkalan Udara Raden Sadjad. Ia juga menghadiri jamuan makan malam bersama komunitas lokal dan para pelaku usaha setempat, memperkuat komunikasi lintas sektor antara kedua negara.
Tak hanya itu, delegasi AS turut berdiskusi dengan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pejabat pemerintah daerah, hingga nelayan Natuna. Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, termasuk isu pengelolaan sumber daya laut dan keberlanjutan ekonomi maritim.
Menurut Haymond, Freedom 250 juga menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya kebijakan kelautan yang efektif serta penguatan kerja sama maritim antara Amerika Serikat dan Indonesia. Dialog yang dilakukan mencakup isu ekonomi biru, perikanan, hingga penegakan kedaulatan maritim Indonesia.
Selain agenda diplomasi dan dialog strategis, Kedubes AS juga menandai selesainya program pelatihan bahasa Inggris bagi guru di SMA Negeri 2 Bunguran Timur. Program tersebut difasilitasi oleh pengajar dari Regional English Language Office (RELO) sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas pendidikan di daerah perbatasan.
Dalam kesempatan itu, Haymond menyerahkan sertifikat kepada para peserta pelatihan. Ia juga menghadiri penyerahan simbolis bantuan alat pendidikan dari militer AS, yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Kehadiran Freedom 250 di Natuna memperlihatkan upaya penguatan hubungan bilateral AS-Indonesia, khususnya di kawasan strategis yang memiliki peran penting dalam isu maritim dan geopolitik kawasan. Melalui pendekatan edukasi, dialog, dan kolaborasi, kedua negara menegaskan komitmen untuk terus membangun kerja sama yang saling menguntungkan.