INVERSI.ID – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini kian masif dan menjadi bagian dari kehidupan modern. Meski demikian, belum semua masyarakat memanfaatkan potensi besar dari teknologi ini.
Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan peluang. Dalam sebuah rekaman video yang dirilis oleh Sekretariat Wakil Presiden pada Sabtu (19/4/2025), Gibran menyampaikan pandangan tegasnya tentang posisi AI dalam kehidupan manusia.
“AI itu nggak akan menggantikan manusia. Jadi AI itu bukan ancaman. Tapi manusia yang tidak menggunakan AI akan dikalahkan oleh manusia yang menggunakan AI,” ujar Gibran.
Kolaborasi Manusia dan Teknologi
Menurut Gibran, tantangan saat ini bukanlah soal keberadaan teknologi, melainkan kesiapan manusia untuk beradaptasi. Ia mengajak masyarakat—terutama generasi muda—untuk berkolaborasi dengan AI dan memperkuat semangat persatuan demi membangun Indonesia yang lebih baik.
“Kita butuh ruang untuk tumbuh sehingga Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih terang dapat kita wujudkan bersama-sama,” ucapnya.
Gibran juga meyakini bahwa anak muda Indonesia bukan generasi yang mudah menyerah. Mereka hanya butuh dorongan dan alasan kuat untuk terus melangkah.
Hadir di Talkshow AI: Shaping Indonesia’s Future
Pernyataan Gibran disampaikan dalam rangkaian kegiatan talkshow “Artificial Intelligence: Shaping Indonesia’s Future” yang berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, pada Kamis (20/3).
Acara tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekosistem AI di Indonesia, terutama dalam dunia pendidikan. Gibran mengapresiasi langkah UPH yang menjadi kampus pertama di Indonesia dengan fakultas khusus AI.
“Saya sangat senang sekali UPH bisa benar-benar mengadopsi kemajuan teknologi, terutama AI,” kata Gibran kepada para mahasiswa.
Ia menyebut bahwa di berbagai negara lain, pengenalan AI sudah dimasukkan dalam kurikulum sejak dini, dan Indonesia tak boleh tertinggal dalam hal ini.
AI Bukan Pengganti Manusia
Gibran menekankan bahwa meskipun AI sangat canggih, sentuhan manusia tetap tak tergantikan. AI hanya alat bantu yang mempercepat dan mempermudah pekerjaan.
“Ini bukan ancaman. AI tidak akan menggantikan manusia. Karena apa pun itu, yang namanya human touch masih diperlukan,” tegasnya.
AI untuk Sektor Publik dan Mitigasi Bencana
Lebih jauh, Gibran berharap pemanfaatan AI di Indonesia tidak hanya terbatas pada dunia kreatif seperti foto dan animasi. Ia mendorong agar teknologi ini bisa diterapkan dalam pelayanan publik, sistem perpajakan, hingga mitigasi bencana.
“Kita ingin nanti saat mudik, masalah lalu lintas bisa dipecahkan dengan bantuan AI. Atau ketika terjadi banjir, AI bisa membantu analisis dan solusi cepat,” ujarnya.
Meninjau Pameran Teknologi AI
Usai acara, Wapres Gibran mengunjungi pameran AI Technology yang menampilkan berbagai inovasi mahasiswa UPH. Beberapa inovasi yang menarik perhatian antara lain:
- Tennis Ball Distribution Robot
- Virtual Reality Museum Catur Indonesia
- Kimia Laboratorium Virtual
- Flexible Piezoelectric Paper
Gibran juga ditemani sejumlah tokoh penting dalam kunjungan tersebut, termasuk Group Deputy CEO of Lippo Indonesia Adrian Suherman dan President of National Artificial Intelligence Institute (NAII) Rizaldi Setiabudi.
Pesan Gibran jelas, AI bukanlah musuh, tapi alat untuk memperkuat kapasitas manusia. Bukan teknologi yang harus ditakuti, melainkan manusia yang tidak mau beradaptasi yang justru akan tertinggal. Di tangan anak muda yang adaptif dan kolaboratif, AI bisa jadi kunci masa depan Indonesia yang lebih terang.***