INVERSI.ID – Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, berbagai sektor kehidupan mulai bertransformasi ke arah yang lebih berkelanjutan, termasuk dunia kerja. Salah satu tren yang kini makin diperhatikan adalah green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan.
Green jobs bukan sekadar tren sesaat. Ia menandai pergeseran paradigma bahwa pekerjaan bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga dampaknya terhadap alam dan masa depan manusia.
Anak Muda Mulai Tertarik Green Jobs
Menurut laporan UNICEF dan Capgemini Research Institute pada Maret 2025, sekitar 33% anak muda Indonesia tertarik mengejar karier di bidang pekerjaan ramah lingkungan. Survei ini dilakukan terhadap 5.100 responden usia 16–24 tahun dari negara-negara berkembang dan maju di berbagai benua.
Secara global, ketertarikan terhadap green jobs lebih tinggi di negara berkembang, dengan Turki berada di urutan teratas (70%), disusul Brasil (68%), dan Meksiko (63%). Indonesia berada di posisi tiga terbawah, hanya mengungguli Kenya dan Etiopia.
Meski begitu, tren ini menunjukkan geliat positif bahwa anak muda Indonesia mulai sadar pentingnya kontribusi terhadap lingkungan, bahkan melalui pilihan karier.
Contoh Green Jobs yang Relevan di Indonesia
Beberapa bentuk pekerjaan ramah lingkungan yang berpotensi berkembang di Indonesia meliputi:
- Teknisi panel surya
- Ahli konservasi hutan
- Manajer pengelolaan limbah
- Arsitek hijau
- Wirausaha fesyen berkelanjutan
- Perancang sistem irigasi hemat air
- Spesialis transportasi ramah lingkungan
Green jobs didefinisikan sebagai pekerjaan yang membantu mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan mendorong pelestarian alam, sekecil apa pun kontribusinya.
Tantangan Pengembangan Green Jobs di Tanah Air
Walau peluangnya besar, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan green jobs, seperti:
- Minimnya pelatihan khusus di bidang keberlanjutan
- Kurangnya regulasi yang mendukung sektor hijau
- Rendahnya kesadaran industri terhadap pentingnya transformasi ramah lingkungan
Dukungan dari pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta sangat dibutuhkan agar green jobs bisa menjadi pilihan karier yang nyata dan menjanjikan bagi generasi muda.***