By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Industri Media Diuji: Pers Dituntut Lincah Bertahan di Tengah Krisis Bisnis dan Algoritma
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Industri Media Diuji: Pers Dituntut Lincah Bertahan di Tengah Krisis Bisnis dan Algoritma

Terkini

Industri Media Diuji: Pers Dituntut Lincah Bertahan di Tengah Krisis Bisnis dan Algoritma

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
4 Min Read
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir (tengah) bersama paserta diskusi Kaleidoskop Media Massa 2025 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Foto, Dok PWI Pusat)
SHARE

JAKARTA

Industri pers nasional tengah berada pada fase paling menantang dalam sejarah modern. Di tengah tekanan keberlanjutan bisnis, gempuran algoritma platform digital, hingga kemunculan kecerdasan buatan (AI), media dituntut bukan hanya bertahan, tetapi juga pandai berkelit tanpa kehilangan integritas dan nilai kemanusiaan.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Kaleidoskop Media Massa 2025 yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/12), bagian dari rangkaian Pra Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa disrupsi teknologi telah menguji fondasi industri pers, mulai dari model bisnis hingga independensi redaksi.

“Sepanjang 2025, kehidupan pers benar-benar diuji. Kita diuji dalam mengelola perusahaan pers yang sehat, menjaga independensi, menegakkan kredibilitas, sekaligus tetap setia pada kepentingan publik,” ujar Munir.

Menurut Direktur Utama LKBN Antara itu, tekanan tidak hanya datang dari sisi teknologi, tetapi juga dari realitas ekonomi media yang kian rapuh. Banyak perusahaan pers menghadapi penurunan pendapatan, keterbatasan sumber daya, dan ketergantungan pada platform digital yang dikendalikan algoritma.

Dalam situasi tersebut, Munir mengingatkan agar pers tidak kehilangan jati diri. Ia menekankan bahwa nilai kemanusiaan dan etika jurnalistik harus tetap menjadi jangkar, terutama dalam peliputan bencana dan krisis sosial, seperti banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

“Kehadiran pers di tengah bencana bukan sekadar soal kecepatan. Pers harus membantu masyarakat tetap berpikir jernih di tengah ketidakpastian melalui informasi yang akurat, terverifikasi, dan berimbang,” katanya.

Ia menegaskan, pemberitaan tidak boleh terjebak pada sensasionalisme visual atau sekadar hitungan korban. “Di balik setiap bencana ada manusia yang terluka, kehilangan, dan trauma. Etika jurnalistik harus menjadi fondasi utama,” tegas Munir.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto menilai dominasi media sosial dan platform digital telah menggerus posisi media arus utama. Keterbatasan finansial membuat banyak media tak lagi mampu menempatkan koresponden di daerah, sehingga fungsi kontrol sosial melemah.

Baca Juga :

Perkembangan Teknologi Pendidikan Bikin Belajar Nggak Boring Lagi Kata Maudy Ayunda
Sikap Muhadjir saat Dipanggil MK di Sidang Sengketa Pilpres 2024 hingga Respon Istana

“Kalau media sosial dilengkapi verifikasi, konfirmasi, dan kode etik, maka media mainstream akan semakin terdesak,” ujarnya.

Anggota Dewan Pakar PWI Pusat Wahyu Muryadi mengungkapkan, tekanan tersebut telah menyebabkan sejumlah media gulung tikar. Meski intervensi negara dinilai perlu untuk menjaga keberlangsungan industri pers, ia mengingatkan adanya risiko terhadap independensi media.

Di sisi lain, Agus Sudibyo, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, menyoroti dominasi algoritma platform digital yang semakin menentukan arus informasi publik. Ia menyebut, hingga kini upaya penyelesaian regulasi publisher rights masih menemui jalan buntu.

Namun, sejumlah narasumber menolak bersikap terlalu pesimistis. Ketua Dewan Pakar PWI Pusat Dhimam Abror, bersama Effendi Gazali, dan budayawan Sujiwo Tejo, menilai teknologi bukan akhir dari jurnalisme. Menurut mereka, sejarah menunjukkan media selalu menemukan keseimbangan baru dalam setiap gelombang perubahan.

Menutup diskusi, Akbar Faisal menegaskan, profesi wartawan tengah menghadapi ujian eksistensial. Ia berharap organisasi profesi seperti PWI mampu menjadi fasilitator penguatan kapasitas wartawan agar tetap relevan di era digital.

Munir pun menegaskan komitmen PWI untuk memperkuat profesionalisme, menjaga etika, dan mendorong jurnalisme yang bertanggung jawab.

“Pers Indonesia harus tetap menjadi pilar demokrasi sekaligus pilar kemanusiaan. Di tengah krisis dan disrupsi, pers harus hadir, bertahan, dan menyalakan harapan,” pungkasnya.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:HPN 2026Kaleidoskop Media Massa 2025PWI Pusat
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Petugas Basarnas Semarang tengah mengevakuasi korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025) dini hari. (Foto : Dok. Basarnas) Kapolda Jateng Tinjau Langsung Penanganan Korban Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans
Next Article Petugas kepolisian dengan pejabat Jasa Raharja menjenguk korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans. (Foto : Polres Semarang) 31 Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans Terima Santunan Jasa Raharja
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index