By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Ingin Ubah Warisan Jadi Masa Depan, Anak Muda Banyuwangi Pilih Jadi Petani Cabai Merah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ingin Ubah Warisan Jadi Masa Depan, Anak Muda Banyuwangi Pilih Jadi Petani Cabai Merah

Ekonomi

Ingin Ubah Warisan Jadi Masa Depan, Anak Muda Banyuwangi Pilih Jadi Petani Cabai Merah

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di tengah tren generasi muda meninggalkan kampung halaman demi pekerjaan kekinian di kota besar, Alfin Putra Armanda justru mengambil jalur berbeda. Pemuda asal Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi ini memilih menetap di desa dan menjadi petani.

Contents
Tantangan Bertani Cabai MerahMengubah Warisan Menjadi Masa DepanBertani, Berkarya, dan Berbagi

Tak sekadar bertani, lulusan SMK berusia 19 tahun ini mendirikan komunitas Anak Tani bersama empat rekannya. Komunitas ini bergerak secara mandiri dan fokus pada praktik pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

“Saya ingin di Indonesia ini, bertani bukan hanya dilakukan saat tua, tapi justru dimulai sejak muda,” ujar Alfin, Rabu (16/4).

Tantangan Bertani Cabai Merah

Pilihan Alfin untuk menanam cabai merah di daerahnya bukan tanpa risiko. Di Wongsorejo, tanaman ini dikenal sulit dibudidayakan karena memerlukan biaya dan perawatan yang tinggi. Namun Alfin melihatnya sebagai peluang untuk belajar dan berinovasi.

Sejak empat bulan lalu, ia mulai menguji formula tanam di lahan riset miliknya dan telah menanam 1.700 batang cabai merah. Targetnya, bisa menghasilkan panen hingga 1 ton.

“Di Wongsorejo ini setahu saya jarang yang berhasil tanam cabai merah. Tapi saya ingin membuktikan bisa,” katanya dengan semangat.

Jika uji coba ini berhasil, Alfin berencana melakukan penanaman masif di lahan seluas 2 hektar, warisan dari almarhum ayahnya. Estimasi modal yang dibutuhkan mencapai Rp120 juta, sebagian besar berasal dari tabungan keluarga.

Mengubah Warisan Menjadi Masa Depan

Semangat bertani Alfin bukan tanpa alasan. Ia terinspirasi oleh sang ayah, Suparman (alm.), seorang guru honorer yang kemudian menjadi tengkulak cabai rawit. Dari sosok ayahnya, Alfin belajar ketekunan dan filosofi kerja keras.

Melalui komunitas Anak Tani, Alfin dan rekan-rekannya membawa satu pesan utama, “Meneruskan Warisan”, yang sekaligus menjadi tagline komunitas mereka.

Baca Juga :

Musik, Mood, dan Makna: Playlist Pintar Buat Anak Muda Generasi Kreatif
Dari Panggung Musik ke Arena Bela Diri, Krisdayanti Tampil di Kejuaraan Wushu Dunia 2025

“Kami tidak ingin menjual atau menghabiskan warisan, tapi meneruskannya,” jelas Alfin.

Bertani, Berkarya, dan Berbagi

Selain aktif di kebun, Alfin juga mengedukasi publik melalui media sosial. Ia membuat konten video seputar aktivitas bertani, mulai dari proses menanam hingga pengelolaan hasil panen. Bagi Alfin, media sosial adalah ruang belajar dan berbagi.

Sementara beberapa anggota komunitas Anak Tani tetap melanjutkan kuliah, mereka bergotong royong membangun ekosistem pertanian yang relevan bagi anak muda.

Gerakan yang dipelopori Alfin menunjukkan bahwa bertani bukan pekerjaan kuno, tapi justru menjadi jalan masa depan yang menjanjikan jika dilakukan dengan visi, ilmu, dan inovasi. Bukan tak mungkin, dari desa kecil di ujung Banyuwangi ini, lahir revolusi pertanian generasi muda Indonesia.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
TAGGED:Anak MudaPetani
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kenali Diabetes Tipe 5 yang Jadi Ancaman Serius Anak Muda
Next Article Tweakments Tren Perawatan Estetik Gen Z yang Lebih Natural Tanpa Operasi Plastik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

5 days ago
EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

5 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

6 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index