By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Inovasi Anak Bangsa, Metode Magic Square Bisa Deteksi Foto Palsu
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Inovasi Anak Bangsa, Metode Magic Square Bisa Deteksi Foto Palsu

Terkini

Inovasi Anak Bangsa, Metode Magic Square Bisa Deteksi Foto Palsu

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
4 Min Read
Gambar ilustrasi membadakan asli dan palsu. (Foto: Istimewa)
SHARE

INVERSI.ID – Inovasi di bidang keamanan digital kembali lahir dari dunia akademik. Peneliti sekaligus guru besar Fakultas MIPA Universitas Jember, Kiswara Agung Santoso, mengembangkan metode baru untuk mendeteksi pemalsuan gambar digital dengan memanfaatkan konsep matematika sederhana, yakni magic square atau persegi ajaib.

Metode ini bekerja layaknya watermark tersembunyi yang mampu mengidentifikasi sekaligus menunjukkan bagian gambar yang telah mengalami manipulasi secara jelas.

“Metode itu bekerja seperti tanda air tersembunyi (watermark) yang dapat mendeteksi dan menunjukkan secara jelas bagian gambar yang telah dimanipulasi,” katanya dalam keterangan tertulis di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, manipulasi gambar kini semakin mudah dilakukan. Berbagai aplikasi pengolah foto yang tersedia di ponsel maupun komputer memungkinkan siapa saja mengedit gambar hanya dalam hitungan detik, bahkan dengan hasil yang sulit dibedakan dari aslinya.

“Fenomena itu tidak hanya terjadi pada foto hiburan di media sosial, tetapi juga merambah ke berbagai dokumen penting. Kasus pemalsuan ijazah, manipulasi sertifikat, hingga rekayasa dokumen kepemilikan tanah menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pengolah gambar dapat disalahgunakan,” tuturnya.

Situasi tersebut mendorong pengembangan metode autentikasi yang tidak hanya mendeteksi adanya perubahan, tetapi juga mampu mengungkap secara spesifik bagian mana dari gambar yang telah dimodifikasi.

“Inspirasinya justru datang dari foto-foto di media sosial. Misalnya, kepala seseorang ditempelkan ke tubuh orang lain, sehingga terlihat seolah-olah nyata. Dari situ muncul pertanyaan, apakah ada cara untuk menunjukkan bagian mana yang sebenarnya telah dimanipulasi,” katanya.

Metode yang dikembangkan memanfaatkan teknik Steganografi, yaitu penyisipan kode rahasia ke dalam gambar tanpa mengubah tampilan visualnya. Kode tersebut dibangun menggunakan konsep magic square berukuran 3×3, yakni susunan angka dengan jumlah yang sama pada setiap baris, kolom, dan diagonal.

Pendekatan ini kemudian berfungsi sebagai semacam sidik jari digital untuk menjaga keaslian gambar. Dalam praktiknya, setiap gambar dipecah menjadi blok kecil berukuran 3×3 piksel, lalu disisipkan pola magic square pada komponen warna terkecil di tiap blok.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Tysa Novenny, Lengkap dengan Agama, Instagram dan Karier
Daftar Kebiasaan Pemicu Stroke Sebelum Usia 45 Tahun

Hasil pengujian menunjukkan kualitas gambar tetap terjaga meski telah ditanamkan kode pengaman tersebut.

“Secara kasat mata, perbedaan antara gambar asli dan gambar yang telah diberi pengaman hampir mustahil dibedakan oleh mata manusia,” ujarnya.

Saat dilakukan verifikasi, sistem akan membaca pola tersembunyi pada setiap blok piksel. Jika terdapat perubahan sekecil apa pun, termasuk penyesuaian kecerahan, maka pola tersebut akan terganggu.

Bagian yang terdeteksi mengalami manipulasi akan langsung ditandai dengan warna putih, sehingga memudahkan pengguna dalam mengidentifikasi area yang telah diubah.

Dalam uji coba lebih lanjut, tim peneliti melakukan simulasi manipulasi ekstrem, seperti mengganti bagian kepala atau tubuh objek dalam gambar. Hasilnya, sistem mampu mendeteksi dan menandai area tersebut secara akurat, bahkan hingga perubahan satu piksel.

“Prinsipnya, setiap piksel dalam gambar saling berkaitan. Melalui konsep magic square, jumlah nilai pada baris, kolom, dan diagonal harus sama. Ketika ada bagian yang tidak memenuhi pola tersebut, di situlah indikasi manipulasi dapat ditemukan,” katanya.

Penelitian ini sebelumnya telah dipresentasikan dalam forum internasional IC-MaGeStiC dan kini resmi terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) milik peneliti Unej.

“Saya ingin menegaskan bahwa matematika tidak hanya berhenti sebagai teori di ruang kelas, melainkan memiliki potensi luar biasa untuk menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:gambarinovasiInovasi Anak Bangsa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prabowo Buka Istana untuk Anak Sekolah, Edukasi Politik Sejak Dini
Next Article Salip Bangkok hingga Kuala Lumpur, Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua ASEAN
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

8 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

10 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index