By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Inovasi Pendidikan Bahasa, Anggun Citra Sasmi Buka Peluang Global
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Inovasi Pendidikan Bahasa, Anggun Citra Sasmi Buka Peluang Global

Pendidikan

Inovasi Pendidikan Bahasa, Anggun Citra Sasmi Buka Peluang Global

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
6 Min Read
Anggun Citra
SHARE

INVERSI.ID – Dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), muncul sosok muda inspiratif bernama Anggun Citra Sasmi, yang berhasil memadukan teknologi dan komunitas untuk membangun ruang belajar bahasa inklusif melalui platform Speak Bright Language Course dan komunitas Aksara Anak Sasak. Inovasi pendidikan bahasa kini menjadi salah satu pendorong perubahan positif di tengah tantangan akses belajar di daerah.

Contents
Awal Perjalanan Speak BrightKekuatan di Platform DigitalMenjawab Tantangan Pendidikan di DaerahPesan untuk Generasi Muda NTBSPADA: Panggung Pemuda Berkarya

Kehadiran Anggun Citra Sasmi tidak hanya memberikan warna baru bagi dunia pendidikan di Lombok, tetapi juga menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan bahasa bisa lahir dari daerah dengan keterbatasan fasilitas. Ia menghadirkan solusi belajar yang fleksibel, terjangkau, dan berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.

Tak berhenti di situ, inovasi pendidikan bahasa yang di gagas Anggun Citra Sasmi juga mendapat pengakuan publik. Anggun Citra diundang sebagai salah satu peserta program SPADA (Suara Pemuda Berkarya), hasil kolaborasi RRI Pro 2 Mataram dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB. Dalam forum tersebut, ia membagikan perjalanan membangun ruang belajar berbasis komunitas dan teknologi yang kini berkembang pesat.

“Bahasa adalah alat menjangkau dunia,” ujar Anggun Citra.

Awal Perjalanan Speak Bright

Kisah Speak Bright berawal dari kebutuhan ganda yang datang dari masyarakat. Di satu sisi, banyak warga lokal yang ingin menguasai bahasa Inggris untuk pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi global. Di sisi lain, para pendatang dan wisatawan asing di Lombok ingin mempelajari bahasa Indonesia sekaligus budaya lokal. Melihat peluang ini, Anggun Citra menciptakan Speak Bright Language Course sebagai ruang belajar terbuka yang bisa diakses secara online dan offline.

Kelas yang ia buka sangat beragam: mulai dari program untuk anak-anak, remaja, hingga kelas khusus ibu-ibu. Bahkan, ada kelas privat untuk warga negara asing yang ingin mendalami bahasa Indonesia, budaya Sasak, dan kebiasaan masyarakat lokal.

Kekuatan di Platform Digital

Salah satu terobosan terbesar Speak Bright adalah pemanfaatan media sosial sebagai sarana belajar. Materi bahasa dibagikan melalui Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube, lengkap dengan tips praktis, latihan percakapan, dan pengenalan budaya.

Dengan cara ini, proses belajar tidak terbatas ruang dan waktu. Siapa pun bisa mengakses materi, baik itu siswa di kota maupun di desa terpencil. Strategi digital ini juga membuat Speak Bright memiliki komunitas belajar lintas daerah dan lintas negara.

“Tujuan kami bukan hanya mengajar, tapi membangun kesadaran dan motivasi belajar bahasa, terutama di era digitalisasi yang menuntut komunikasi lintas budaya,” tegas Anggun Citra.

Baca Juga :

Dari Mimika untuk Indonesia: SATP dan Freeport Cetak Anak Muda Papua yang Visioner
Tips untuk Pemudik sebelum Lakukan Perjalanan Menurut Dokter

Menjawab Tantangan Pendidikan di Daerah

Meski teknologi membuka peluang besar, Anggun Citra tetap melihat tantangan nyata di lapangan. Salah satunya adalah kurangnya metode belajar yang menyenangkan di sekolah-sekolah daerah. Banyak siswa merasa belajar bahasa asing itu sulit dan membosankan.

Untuk menjawab hal ini, Speak Bright mengadopsi pendekatan kreatif: permainan interaktif, drama singkat, lagu, dan simulasi percakapan. Tujuannya bukan sekadar memahami kosakata, tetapi menumbuhkan rasa percaya diri untuk berbicara di depan orang lain.

Menurut Anggun, belajar bahasa harus diiringi rasa percaya diri. Tanpa keberanian berbicara, kemampuan bahasa akan sulit berkembang meski pengetahuan tata bahasa sudah baik.

Selain Speak Bright, Anggun juga menggagas komunitas Aksara Anak Sasak. Komunitas ini fokus pada pelestarian bahasa dan budaya Sasak, sekaligus mengajarkannya kepada generasi muda. Kegiatan mereka meliputi lokakarya, pementasan cerita rakyat, hingga pelatihan menulis aksara Sasak.

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan bahwa generasi muda Lombok mulai kehilangan kedekatan dengan bahasa daerah. Dengan menggabungkan pelestarian bahasa lokal dan pembelajaran bahasa internasional, Anggun ingin menciptakan generasi yang mampu melangkah ke panggung global tanpa melupakan identitas budaya.

Pesan untuk Generasi Muda NTB

Dalam sesi SPADA, Anggun menutup dengan pesan yang kuat untuk anak muda NTB:

“Gunakan masa muda untuk mencoba dan berkembang. Jangan tunggu sempurna. Bergeraklah, bermanfaatlah, dan percaya pada dirimu sendiri,” tegas Anggun.

Baginya, menunggu kondisi ideal hanya akan menunda kemajuan. Bahkan, ia sendiri memulai Speak Bright dengan sumber daya terbatas, bermodalkan semangat dan dukungan komunitas.

Sejak berdiri, Speak Bright telah mengajar ratusan siswa dari berbagai latar belakang. Banyak yang awalnya tidak percaya diri berbicara bahasa asing, kini berani tampil di forum publik, mengikuti lomba pidato bahasa Inggris, atau melanjutkan studi ke luar negeri.

Anggun berharap dalam beberapa tahun ke depan, Speak Bright dapat memperluas jangkauan ke seluruh NTB dan bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menyediakan kurikulum bahasa yang kreatif dan adaptif.

“Kalau ingin bersaing di dunia global, kemampuan bahasa adalah modal penting. Tapi yang lebih penting lagi adalah keberanian untuk memulai,” pungkasnya.

SPADA: Panggung Pemuda Berkarya

Program SPADA menjadi wadah penting bagi anak muda seperti Anggun untuk berbagi ide, pengalaman, dan inovasi. Melalui program ini, berbagai kisah inspiratif dapat didengar langsung oleh publik, memberi semangat bagi generasi muda untuk menciptakan perubahan nyata di bidang masing-masing.

Kisah Anggun adalah bukti bahwa inovasi besar tidak selalu lahir dari kota besar. Dengan tekad, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi, anak muda di daerah pun bisa menjadi pelopor perubahan.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:Anggun CitraNTBTeknologi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Waspadai Aplikasi Android Berkedok Game: Ancaman Keamanan yang Mengintai
Next Article Nobel Fisika 2011, Brian Schmidt, Membagikan Perajalanan Hidup Inspiratif untuk Gen Z
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index