Halo Inversi, Gen Z Pejuang Karier! Kabar paling fresh datang dari industri edutech. Sebanyak enam pelajar paling bertalenta dari penjuru negeri sukses mengamankan Beasiswa Semesta SEVIMA 2025. Ini bukan beasiswa biasa!
Ini adalah golden ticket untuk kuliah sambil bekerja profesional di SEVIMA, lengkap dengan gaji standar industri. Mereka sukses mengalahkan lebih dari 24.000 peserta se-Indonesia, membuktikan bahwa skill dan grit jauh lebih penting daripada sekadar nilai rapor.
Keenam winner ini adalah Denivo, Ahmad Zaid, Achmad Alif, Mukhammad Syaifudin, Ahmad Dimas, dan Husein Ahmad, yang sebagian besar datang dari SMK unggulan seperti SMK Telkom Malang dan SMKN 2 Karanganyar.
CEPAT KAYA PENGALAMAN: SOLUSI TALENT GAP
Dalam acara puncak di SEVIMA HQ (28/10/2025), Sugianto Halim, CEO SEVIMA, menegaskan bahwa program ini adalah jawaban atas masalah klasik lulusan sarjana: IPK tinggi tapi minim pengalaman industri.
“Sekarang banyak lulusan IPK 3,5 ke atas tapi tetap susah mendapatkan pekerjaan. Ternyata mereka kurang pengalaman di industri. Itu sebabnya kami buat beasiswa ini agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga merasakan dunia kerja sesungguhnya,” jelas Halim.
Poin Intelektualnya: SEVIMA sedang menerapkan model pendidikan revolusioner. Mereka mengatasi talent gap dengan menciptakan ekosistem learning by doing. Beasiswa ini menjamin mahasiswa langsung terekspos pada proyek-proyek riil, sehingga saat lulus, mereka sudah otomatis menjadi expert yang siap memimpin.
PROFIL WINNER: THE REAL BINTANG INOVASI
Para penerima beasiswa ini bukan kaleng-kaleng. Mereka adalah prototipe generasi digital masa depan:
- Denivo Nazala Candrania (SMK Telkom Malang): Vice Chairman METIC yang menciptakan Clothink, inovasi digital untuk mengatasi isu fast fashion. Visioner!
- Ahmad Zaid (SMKN 2 Karanganyar): Developer muda yang jago Laravel, Flutter, dan Firebase, sudah menciptakan aplikasi nyata seperti Sistem DSS.
- Achmad Alif Nasrulloh (SMK Walisongo 2 Gempol): Ahli Jaringan dan Cloud Computing, pemegang sertifikasi internasional Oracle Cloud dan juara LKS TKJ Jawa Timur 2022.
- Mukhammad Syaifudin Adn (SMK Telkom Malang): Front-End Programmer berpengalaman yang terlibat dalam pengembangan aplikasi pemerintahan.
- Ahmad Dimas Adi Syaputra (SMKN 4 Malang): Fullstack Developer yang menguasai JavaScript, Python, dan C++—paket lengkap untuk solusi digital.
- Husein Ahmad Zakariya (SMKN 2 Karanganyar): Technopreneur muda yang aktif di dunia IT dan kreatif.
KUNCI SUKSES: TRANSPARANSI & GRIT
Halim menekankan bahwa seleksi ini sangat terbuka dan transparan, nggak peduli dari mana asal daerah atau sekolahmu. Inklusivitas inilah yang membuat jumlah pendaftar terus melonjak.
“Pendidikan bisa mengubah masa depan seseorang. Orang tua yang hanya tamat SD bisa punya anak lulusan S1 bahkan S2. Itu kekuatan pendidikan,” tutup Halim, penuh keyakinan.
Dengan semangat “Revolutionize Education!”, enam talent ini siap memulai perjalanan mereka, membuktikan bahwa jalur akademik yang cerdas dan skill yang relevan adalah kombinasi paling powerful untuk mengubah arah hidup.