BANDA ACEH — Mendagri Tito Karnavian menegaskan Pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara kini menjadi pusat distribusi bantuan terbesar untuk korban banjir di berbagai wilayah Aceh, setelah akses darat lumpuh akibat jembatan dan ruas jalan yang terputus. “Pelabuhan Krueng Geukueh dimanfaatkan menjadi lokasi pendistribusian bantuan untuk korban banjir,” ujar Tito saat meninjau lokasi, Minggu (30/11) seperti dikutip dari Antara.
Menurut Tito, distribusi logistik ke Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe hanya bisa dilakukan lewat laut, menyusul putusnya beberapa jembatan di Kabupaten Bireuen. Sementara itu, wilayah Pidie dan Pidie Jaya masih dapat dipasok melalui jalur darat. “Saya berharap Pelabuhan Krueng Geukueh dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk penanganan banjir di wilayah ini,” tegasnya.
Tito juga memastikan bahwa stok beras untuk masyarakat, khususnya di Lhokseumawe, dalam kondisi aman, namun tetap harus ditambah agar pasokan stabil. Ia menambahkan bahwa pelabuhan tersebut kini turut dimanfaatkan Basarnas untuk mengirim peralatan evakuasi,termasuk perahu karet dan perlengkapan SAR lainnya. “Setelah kami meninjau pelabuhan ini, nanti akan kami sampaikan kepada kementerian terkait untuk penanganan banjir di Provinsi Aceh,” ujar Mendagri.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyampaikan perkembangan terkini data korban akibat bencana banjir hingga longsor di Sumatera. BPBD mencatat korban meninggal ataupun korban hilang bertambah.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, korban jiwa di wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencapai 217 orang. Dia mengatakan, pada proses evakuasi hari ini banyak korban ditemukan di wilayah Tapanuli Selatan. “Korban jiwa untuk Sumut 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang,” kata Suharyanto dalam jumpa pers, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara, Minggu (30/11).
Sementara itu, untuk wilayah Aceh sendiri total 96 orang meninggal dunia dan 75 lainya masih hilang. Data korban jiwa tersebar di 11 Kabupaten/Kota.
“Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang. Untuk Aceh yang terdampak yang ada korban jiwa, ada 11 Kabupaten/Kota. Tapi kalau Kabupaten/Kota terdampak ada 18,” ujarnya.
Terakhir, untuk wilayah Sumatera Barat jumlah korban tewas menjadi 129, sementara 118 lainnya masih hilang. Suharyanto menyebut kondisi Sumatera Barat sudah lebih puluh dibandingkan dengan Aceh dan Sumatera Utara. “Korban jiwa 129, hilang 118, 16 luka-luka,” ujarnya.