By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Jangan Asal Gas! Ini Saran Dokter Soal Olahraga Saat Puasa
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jangan Asal Gas! Ini Saran Dokter Soal Olahraga Saat Puasa

KesehatanOlahraga

Jangan Asal Gas! Ini Saran Dokter Soal Olahraga Saat Puasa

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi Orang Sedang Olahraga. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Aktivitas olahraga saat puasa Ramadhan pada dasarnya tetap diperbolehkan. Namun, tidak semua orang disarankan memaksakan diri untuk tetap berlatih dengan intensitas tinggi. Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, mengingatkan pentingnya menyesuaikan kondisi tubuh sebelum memutuskan berolahraga selama berpuasa.

Menurut Risky, olahraga bukanlah aktivitas yang harus dihindari saat Ramadhan. Akan tetapi, memaksakan diri di luar kemampuan tubuh justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Olahraga itu bukan salah satu aktivitas yang harus dihindari pada waktu berpuasa, tapi, memang kalau kita memaksakan diri itu tidak bagus,” kata Risky dalam temu media secara daring di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang sebaiknya tidak menjadikan olahraga sebagai kewajiban selama puasa, terutama jika kondisi fisik belum siap. Kelompok tersebut antara lain ibu hamil, ibu menyusui, serta individu dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Bagi kelompok tersebut, pengaturan asupan gizi, aktivitas harian, dan jenis olahraga harus diperhitungkan secara cermat. Terlebih jika sebelumnya tidak terbiasa melakukan latihan fisik secara rutin, maka tidak disarankan langsung membuat target yang terlalu tinggi saat Ramadhan.

Risky menekankan pentingnya membangun kebiasaan sehat secara bertahap. Misalnya, bagi yang ingin menurunkan berat badan, prosesnya sebaiknya dilakukan secara realistis tanpa memaksakan target ekstrem yang justru berisiko mengganggu kondisi tubuh.

Ibu hamil dan ibu menyusui, lanjut dia, memiliki pilihan untuk menjalankan puasa atau tidak. Jika tetap berpuasa, aktivitas fisik dan olahraga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing agar tidak menimbulkan risiko, terutama bagi ibu yang sedang mengandung.

Sementara itu, bagi penderita komorbid seperti diabetes melitus dan hipertensi, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum menentukan jenis dan intensitas olahraga saat puasa.

“Mereka (penderita komorbid) harus tetap melakukan latihan fisik sebagai bagian dari terapi mereka karena tidak cuma obat. Mungkin ada beberapa yang melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk mengatur kondisi penyakit yang sedang diderita, jadi harus hati-hati,” katanya.

Baca Juga :

Ini Daftar 10 Daerah dengan UMK Tertinggi di Indonesia Tahun 2024
Respons Luhut soal Bambang Susantono Mundur dari Kepala OIKN, Berani Ambil Risiko

Risky menggarisbawahi bahwa tujuan utama olahraga selama Ramadhan adalah menjaga kebugaran tubuh agar tetap stabil, bukan untuk mengejar pencapaian performa maksimal.

“Misalnya kita sedang ada dalam program latihan untuk maraton. Ini bukan waktu yang tepat untuk mencapai performa puncak,” ujar Risky.

Ia pun mengingatkan generasi muda yang aktif berolahraga agar lebih bijak dalam menyusun program latihan saat puasa. Menjaga ritme latihan, memperhatikan hidrasi saat berbuka dan sahur, serta memahami batas kemampuan tubuh menjadi kunci agar tetap sehat dan bugar sepanjang Ramadhan.

You Might Also Like

Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Ceko: Bezzecchi Masih Memimpin, Marc Marquez Kian Mengancam
Marc Marquez Tak Terbendung di Brno, Kemenangan Kedua Beruntun Bikin Rival Waspada
Miguel Almiron Jadi Pemain Pertama Kena Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026
Langkah Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
Alex Marquez Prioritaskan Pemulihan, Absen di Sprint dan Race GP Ceko
TAGGED:kesehatanRamadhan 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat
Next Article Cara Efektif Atasi Bau Mulut dan Bibir Kering Saat Puasa
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Olahraga

Cetak Brace Perdana di Piala Dunia, Cunha Bawa Brasil Makin Percaya Diri

4 days ago
Olahraga

Ronaldinho Dikabarkan Gabung Ravenna FC, Siap Kembali ke Dunia Sepak Bola di Usia 46 Tahun

4 days ago
Olahraga

Siapkan Generasi Emas, Pemerintah Dorong Pembinaan Atlet Sejak Usia 8 Tahun

4 days ago
Olahraga

Herdman Bidik Gelar FIFA ASEAN, Timnas Indonesia Harus Jadi Raja Asia Tenggara

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index