By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat

KesehatanOlahraga

Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
menyiapkan paket makanan bergizi pencegah stunting. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Karbohidrat tetap memegang peran penting dalam menjaga performa tubuh saat berolahraga di bulan Ramadhan. Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menegaskan bahwa asupan karbohidrat tidak boleh diabaikan, terutama bagi mereka yang tetap aktif berolahraga saat puasa.

Menurut Risky, karbohidrat merupakan sumber energi utama yang digunakan tubuh ketika melakukan aktivitas fisik. Tanpa asupan yang cukup, performa olahraga dapat menurun dan tubuh berisiko kehilangan massa otot.

“Karbohidrat itu masih tetap kita butuhkan pada waktu berolahraga ya, karena fungsinya sebagai sumber energi. Karbohidrat itu menjadi sumber energi yang kita bakar kalau berolahraga,” kata Risky dalam temu media secara daring di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, sumber karbohidrat bisa diperoleh dari nasi, gandum, atau roti. Saat berolahraga, tubuh akan lebih dahulu membakar karbohidrat sebagai bahan bakar. Selain itu, karbohidrat juga berperan dalam membantu pembentukan massa otot, terutama bagi individu yang sedang menjalani program penurunan berat badan dan memperbaiki komposisi tubuh.

Risky turut meluruskan anggapan bahwa karbohidrat harus dihindari ketika ingin menurunkan berat badan. Menurutnya, jika tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat, maka protein akan dibakar sebagai sumber energi.

“Jadi kalau tidak ada karbohidrat itu malah nanti yang terbakar bukan lemaknya dulu, tapi mungkin proteinnya,” ujar Risky.

Kondisi tersebut justru dapat menurunkan massa otot dan meningkatkan persentase lemak tubuh. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan asupan nutrisi menjadi kunci penting selama menjalani puasa Ramadhan.

Terkait pola makan saat puasa, Risky menyarankan konsumsi karbohidrat saat sahur, termasuk nasi, terutama bagi yang berencana berolahraga menjelang waktu berbuka. Setelah berolahraga, karbohidrat kembali diperlukan untuk menggantikan energi yang telah terpakai.

Ia menganjurkan memilih karbohidrat kompleks seperti roti gandum dan nasi merah setelah berolahraga. Jenis karbohidrat ini dinilai lebih baik dalam menjaga kestabilan energi dibandingkan karbohidrat sederhana.

Baca Juga :

Waspada Konten Digital, Anak SD Kini Bisa Tembus Pembatasan dengan VPN
Ouikana Hadirkan Sentuhan Nusantara dalam Busana Hari Raya

“Bukan karbohidrat sederhana, bukan minuman manis seperti kopi dan sirup itu bukan sumber karbohidrat yang bagus,” kata dia menambahkan.

Selain karbohidrat, asupan protein sebagai bahan utama pembentukan otot juga perlu diperhatikan. Namun, jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Dalam satu piring makanan, Risky menyarankan tetap terdapat komposisi seimbang antara karbohidrat, protein seperti daging ayam, sapi atau hati, serta sayur dan buah. Kombinasi tersebut dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh selama berpuasa.

“Jadi, tidak perlu protein tambahan supaya kita lebih kuat lagi untuk menahan lapar,” kata dia.

Ia juga membantah anggapan bahwa konsumsi protein dalam jumlah sangat banyak dapat membantu menahan rasa lapar lebih lama saat puasa. Menurutnya, pola makan yang bervariasi dan kaya serat justru lebih efektif membantu tubuh bertahan sepanjang hari.

Dengan pengaturan nutrisi yang tepat, olahraga saat puasa Ramadhan tetap bisa dilakukan secara aman tanpa mengorbankan kesehatan maupun komposisi tubuh.

You Might Also Like

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Persija Resmi Datangkan Denis Kolinger, Bek Kroasia Siap Perkokoh Lini Belakang
Balas Dendam Tuntas! Jannik Sinner Lolos ke Final Wimbledon Usai Kalahkan Novak Djokovic
Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
TAGGED:olahragaRamadhan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tips Jaga Produksi ASI Saat Puasa Ramadhan
Next Article Jangan Asal Gas! Ini Saran Dokter Soal Olahraga Saat Puasa
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Olahraga

Asian Boxing U19 dan U23 2026: Enam Petinju Indonesia Hadapi Laga Penentuan

4 days ago
Olahraga

Muchova vs Noskova, Final Impian Ceko Tersaji di Wimbledon 2026

5 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

5 days ago
Olahraga

Djokovic vs Sinner, Duel Generasi Berebut Tiket Final Wimbledon 2026

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index