By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat

KesehatanOlahraga

Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
menyiapkan paket makanan bergizi pencegah stunting. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Karbohidrat tetap memegang peran penting dalam menjaga performa tubuh saat berolahraga di bulan Ramadhan. Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menegaskan bahwa asupan karbohidrat tidak boleh diabaikan, terutama bagi mereka yang tetap aktif berolahraga saat puasa.

Menurut Risky, karbohidrat merupakan sumber energi utama yang digunakan tubuh ketika melakukan aktivitas fisik. Tanpa asupan yang cukup, performa olahraga dapat menurun dan tubuh berisiko kehilangan massa otot.

“Karbohidrat itu masih tetap kita butuhkan pada waktu berolahraga ya, karena fungsinya sebagai sumber energi. Karbohidrat itu menjadi sumber energi yang kita bakar kalau berolahraga,” kata Risky dalam temu media secara daring di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, sumber karbohidrat bisa diperoleh dari nasi, gandum, atau roti. Saat berolahraga, tubuh akan lebih dahulu membakar karbohidrat sebagai bahan bakar. Selain itu, karbohidrat juga berperan dalam membantu pembentukan massa otot, terutama bagi individu yang sedang menjalani program penurunan berat badan dan memperbaiki komposisi tubuh.

Risky turut meluruskan anggapan bahwa karbohidrat harus dihindari ketika ingin menurunkan berat badan. Menurutnya, jika tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat, maka protein akan dibakar sebagai sumber energi.

“Jadi kalau tidak ada karbohidrat itu malah nanti yang terbakar bukan lemaknya dulu, tapi mungkin proteinnya,” ujar Risky.

Kondisi tersebut justru dapat menurunkan massa otot dan meningkatkan persentase lemak tubuh. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan asupan nutrisi menjadi kunci penting selama menjalani puasa Ramadhan.

Terkait pola makan saat puasa, Risky menyarankan konsumsi karbohidrat saat sahur, termasuk nasi, terutama bagi yang berencana berolahraga menjelang waktu berbuka. Setelah berolahraga, karbohidrat kembali diperlukan untuk menggantikan energi yang telah terpakai.

Ia menganjurkan memilih karbohidrat kompleks seperti roti gandum dan nasi merah setelah berolahraga. Jenis karbohidrat ini dinilai lebih baik dalam menjaga kestabilan energi dibandingkan karbohidrat sederhana.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Fernando Villavicencio, Capres Ekuador Ditembak Mati Setelah Kampanye
Ragunan Siaga Nataru 2025, Buka Lebih Pagi dan Suguhkan Atraksi Satwa Spesial

“Bukan karbohidrat sederhana, bukan minuman manis seperti kopi dan sirup itu bukan sumber karbohidrat yang bagus,” kata dia menambahkan.

Selain karbohidrat, asupan protein sebagai bahan utama pembentukan otot juga perlu diperhatikan. Namun, jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Dalam satu piring makanan, Risky menyarankan tetap terdapat komposisi seimbang antara karbohidrat, protein seperti daging ayam, sapi atau hati, serta sayur dan buah. Kombinasi tersebut dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh selama berpuasa.

“Jadi, tidak perlu protein tambahan supaya kita lebih kuat lagi untuk menahan lapar,” kata dia.

Ia juga membantah anggapan bahwa konsumsi protein dalam jumlah sangat banyak dapat membantu menahan rasa lapar lebih lama saat puasa. Menurutnya, pola makan yang bervariasi dan kaya serat justru lebih efektif membantu tubuh bertahan sepanjang hari.

Dengan pengaturan nutrisi yang tepat, olahraga saat puasa Ramadhan tetap bisa dilakukan secara aman tanpa mengorbankan kesehatan maupun komposisi tubuh.

You Might Also Like

Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Ceko: Bezzecchi Masih Memimpin, Marc Marquez Kian Mengancam
Marc Marquez Tak Terbendung di Brno, Kemenangan Kedua Beruntun Bikin Rival Waspada
Miguel Almiron Jadi Pemain Pertama Kena Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026
Langkah Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
Alex Marquez Prioritaskan Pemulihan, Absen di Sprint dan Race GP Ceko
TAGGED:olahragaRamadhan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tips Jaga Produksi ASI Saat Puasa Ramadhan
Next Article Jangan Asal Gas! Ini Saran Dokter Soal Olahraga Saat Puasa
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Olahraga

Cetak Brace Perdana di Piala Dunia, Cunha Bawa Brasil Makin Percaya Diri

3 days ago
Olahraga

Ronaldinho Dikabarkan Gabung Ravenna FC, Siap Kembali ke Dunia Sepak Bola di Usia 46 Tahun

3 days ago
Olahraga

Siapkan Generasi Emas, Pemerintah Dorong Pembinaan Atlet Sejak Usia 8 Tahun

4 days ago
Olahraga

Herdman Bidik Gelar FIFA ASEAN, Timnas Indonesia Harus Jadi Raja Asia Tenggara

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index