INVERSI.ID – Bau mulut saat puasa Ramadhan kerap menjadi keluhan yang mengganggu rasa percaya diri. Dokter gigi Usman Sumantri, M.K.M menjelaskan bahwa kondisi tersebut umumnya terjadi akibat berkurangnya produksi air liur selama berpuasa, sehingga bakteri di rongga mulut lebih mudah berkembang.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) itu menegaskan bahwa masalah bau mulut sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten.
“Mencegahnya antara lain dengan menyikat gigi secara teratur, terutama setelah sahur dan sebelum tidur, membersihkan lidah, karena banyak bakteri penyebab bau mulut berada di permukaan lidah,” katanya di Jakarta, Rabu.
Selama menjalankan ibadah puasa, ia menganjurkan untuk menyikat gigi setidaknya dua kali sehari. Selain itu, sela-sela gigi perlu dibersihkan menggunakan benang gigi. Jika diperlukan, berkumur dengan obat kumur bebas alkohol juga bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kesehatan rongga mulut.
“Menyikat gigi saat puasa tidak membatalkan puasa, selama tidak menelan air atau pasta gigi,” katanya.
Usman menambahkan, waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah setelah berbuka puasa, sebelum tidur, dan setelah sahur. Pola ini dinilai efektif menjaga kebersihan mulut sepanjang hari saat berpuasa di bulan Ramadhan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum air putih ketika sahur dan berbuka guna mencegah mulut kering. Kondisi mulut yang kering dapat memperparah bau tidak sedap.
Selain menjaga kebersihan, pemilihan makanan juga berpengaruh. Usman menyarankan agar makanan dengan aroma menyengat dikurangi saat sahur maupun berbuka.
Dokter Usman mengatakan bahwa makanan berbau tajam, makanan tinggi gula yang bisa memicu pertumbuhan bakteri, dan makanan berlemak yang dapat memperlambat pencernaan bisa memperparah bau mulut.
“Makanan berbau tajam misalnya petai, jengkol, bawang mentah. Minuman berkafein seperti kopi, teh berlebihan, karena dapat menyebabkan mulut kering,” katanya.
Sebagai alternatif, ia mendorong konsumsi buah dan sayuran yang dapat merangsang produksi air liur secara alami. Kandungan serat dan air pada buah serta sayur membantu menjaga kelembapan rongga mulut selama puasa.
Tak hanya itu, kebiasaan menjilat bibir saat terasa kering juga sebaiknya dihindari. Air liur yang cepat menguap justru membuat bibir semakin pecah-pecah.
“Gunakan pelembap bibir yang aman, perbanyak minum air saat sahur dan berbuka,” katanya.
Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh, Usman juga menyarankan pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali. Langkah preventif ini penting agar masalah kesehatan gigi dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.
Dengan perawatan yang tepat dan pola hidup sehat, bau mulut saat puasa Ramadhan dapat diminimalkan sehingga ibadah tetap nyaman dan percaya diri tetap terjaga.