By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kuasai Lahan Fasum PBS Sejak 20 Tahun, Mantan Pejabat Kementerian PUPR Didemo Warga Sukoharjo
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kuasai Lahan Fasum PBS Sejak 20 Tahun, Mantan Pejabat Kementerian PUPR Didemo Warga Sukoharjo

Terkini

Kuasai Lahan Fasum PBS Sejak 20 Tahun, Mantan Pejabat Kementerian PUPR Didemo Warga Sukoharjo

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Puluhan warga Perumahan Bengawan Solo (PBS) menggelar aksi protes kepada GS, mantan staf ahli kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Aksi tersebut terjadi karena adanya dugaan alih fungsi lahan fasilitas umum perumahan menjadi lahan usaha pribadi.

Warga melakukan aksinya di Jalan Slamet Riyadi RT 01 RW 04, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, pada Senin siang (13/5).

Warga membawa spanduk dan poster dan menempelkannya di pagar seng pembatas proyek pembangunan rumah toko (ruko) yang dibangun GS. Sebagian lahan ruko tersebut diduga warga adalah tanah fasum PBS.

Baca Juga: Dekranas Targetkan MURI, Rabu Besok Ada Parade 20 Kereta Kuda dan 102 Mobil Hias di Kota Solo

Ketua RT setempat Anggoro menjelaskan, penyerobotan lahan fasum milik PBS digunakan untuk kepentingan pribadi sudah sejak 2019 sampai sekarang.

“Jadi yang menempati rumah yang bersebelahan dengan fasum ini adalah bapak GS, beliau ini (mantan) pejabat staf ahli Menteri PU, kalau di militer itu setara bintang dua. Beliau menguasai lahan fasum ini lebih dari 20 tahun,” kata Anggoro, Senin, 13 Mei 2024.

Dulu, Anggoro melanjutkan, rumah pribadi GS saling berhadap-hadapan dengan rumah warga PBS. Kini, rumah tersebut dibongkar lalu dibangun ruko yang menghadap jalan. Warga mengklaim ada sebagian lahan fasum yang diserobot.

Baca Juga: Meriahkan HUT ke-44 Dekranas, Yovie and Nuno Akan Tampil Gratis di Pura Mangkunegaran Kota Solo

“Kami mewakili warga, menghendaki supaya lahan yang selama 20 tahun dikuasai Pak GS ini dikembalikan fungsinya untuk kepentingan warga PBS. Supaya bisa kami kelola, agar menghasilkan nilai ekonomi untuk kontribusi kas warga PBS,” ujarnya tegas.

Baca Juga :

BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG! Jamin Keamanan Pangan & Efisiensi Anggaran
Bagi-bagi Hadiah Total Miliaran Rupiah dalam Semalam, Begini Cara Crazy Rich Colomadu Berpesta

Keinginan warga untuk memanfaatkan lahan fasum tersebut, kata Anggoro, pernah disampaikan dalam mediasi di kantor Desa Pabelan.

Awalnya, warga meminta agar GS memberi kompensasi atas pengalihan fasum menjadi tempat penunjang bisnis pribadi tersebut.

“Tetapi beliau tidak setuju. Bahkan dengan arogan mengatakan akan menguasai lahan fasum yang ada di sebelah rumahnya itu,” ujarnya.

Menurut Anggoro, GS berusaha menguasai lahan tersebut dengan bekerja sama sebuah instansi yang bernaung di bawah kementerian tempatnya dulu bekerja.

You Might Also Like

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Tim Gabungan Bergerak, Penertiban Juru Parkir Liar di Jakarta Diperketat
Next Article Janggal, Ada Data Sertifikat Tanah Pekarangan Diubah Jadi Irigasi Sungai di Perumahan PBS Sukoharjo
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index