Inversi. Keberhasilan Afifa Qarira dari SDN 87 Pattiro meraih Juara I Lomba MTQ PAI Fair 2025 Tingkat Sulawesi Selatan adalah cerminan ideal dari sinergi pendidikan formal dan informal yang berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan.
Prestasi ini menegaskan bahwa untuk membangun Generasi Emas, diperlukan perpaduan antara kecerdasan intelektual, kecintaan pada ilmu, dan kekuatan akhlak yang kokoh, sebagaimana diamanatkan dalam ajaran Islam.
Ajang PAI Fair 2025, yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah platform strategis yang mengusung visi besar: “Membangun Generasi Emas: Berilmu, Berakhlak, dan Berdampak” dengan tagline Knowledge and Character Competition 2025. Filosofi ini menempatkan pendidikan agama sebagai fondasi utama pembangunan karakter bangsa.
Dalam ajang yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel ini, nama Afifa Qarira, siswi SDN 87 Pattiro, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, bersinar terang. Afifa berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara I Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) PAI tingkat Sekolah Dasar.
Kekuatan Tradisi Keluarga dan Center of Learning Informal
Prestasi Afifa di bidang seni baca Al-Qur’an (tilawah) adalah sebuah studi kasus menarik tentang keberhasilan pembinaan yang berawal dari lingkungan keluarga. Kepala UPT SDN 87 Pattiro, Mila Karmila, mengungkapkan bahwa Afifa telah dibina secara intensif sejak kecil di TK TPA Nurul Falah Desa Pattiro oleh neneknya, Hj. Amanah Hasan, dan tantenya, Nashriah Mursalin.
“Ananda Afifa memang sejak kecil dibina langsung oleh neneknya di TK TPA Nurul Falah. Dari keluarga besarnya sudah banyak yang menjadi qari dan qariah nasional,” ujar Mila Karmila, Rabu (12/11/2025).
Fakta bahwa keluarga besar Afifa memiliki tradisi mencetak qari dan qariah nasional menunjukkan pentingnya pembinaan berbasis keturunan dan tradisi. Keluarga berfungsi sebagai center of learning informal yang menanamkan disiplin, etos berlatih, dan kecintaan pada Al-Qur’an dengan kedalaman emosional dan spiritual yang sulit ditiru oleh pendidikan formal semata.
Afifa sendiri tampil memukau di hadapan dewan juri dengan tilawah yang dinilai merdu, fasih, dan penuh penghayatan (tajwid dan lagu yang sempurna). Kualitas penampilan ini adalah cerminan dari jam terbang dan konsistensi latihan yang ia jalani di bawah bimbingan para pelatih berpengalaman di komunitasnya.
Integrasi Ilmu dan Akhlak Menuju Generasi Emas
Keberhasilan Afifa tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Bone, tetapi juga menjadi penanda penting bagi dunia pendidikan Islam di Sulawesi Selatan. PAI Fair dengan tagline Knowledge and Character Competition menegaskan bahwa generasi masa depan harus unggul dalam dua aspek fundamental.
Lomba MTQ PAI Fair adalah wadah yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual dan spiritualitas. Untuk menjadi qari yang unggul, seseorang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan vokal, tetapi juga harus menguasai ilmu qira’at, tajwid, dan memiliki pemahaman mendalam (tadabbur) terhadap makna ayat yang dibaca. Hal ini membentuk karakter pelajar yang teliti, sabar, dan berakhlak mulia.
Kepala UPT SDN 87 Pattiro, Mila Karmila, menyampaikan rasa syukur dan bangga, berharap prestasi ini menjadi motivasi spiritual bagi peserta didik lainnya di Kabupaten Bone.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih ananda Afifa. Semoga ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya di Kabupaten Bone untuk terus berprestasi dalam bidang keagamaan,” tuturnya.
Dengan menyabet Juara I, Afifa Qarira kini akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan di ajang Lomba MTQ PAI tingkat nasional yang akan datang. Perjalanan ini adalah sebuah narasi inspiratif yang membuktikan bahwa kualitas pendidikan agama di daerah mampu bersaing di tingkat tertinggi, dan bahwa akar tradisi keluarga adalah fondasi tak ternilai dalam mencetak Generasi Emas yang berilmu, berakhlak, dan berdampak.