Halo Inversi! Ada wake-up call serius dari pemerintah untuk generasi muda: Saatnya mindset shift dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta kerja (job creator).
Hal ini ditekankan oleh Arif Rahman Hakim, Sekretaris Kementerian (Sesmen) UMKM, saat membuka Entrepreneur Hub Lampung 2025 di Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Acara bertema “To The Next Level” ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi triple helix (pemerintah, kampus, dan industri) agar lahir lebih banyak wirausaha berbasis inovasi, teknologi, dan riset.
“Kalau bisa kita dampingi sejak dini, akan tercipta banyak lapangan kerja. Harapannya, dari para mahasiswa ini lahir pengusaha-pengusaha baru yang berdaya saing tinggi,” ucap Arif.
MINDSET HACKS: DARI PEGAWAI KE PENGUSAHA
Arif Rahman Hakim menekankan bahwa di tengah ketatnya persaingan kerja, merintis usaha sejak masa kuliah adalah pilihan yang lebih baik.
Poin Intelektualnya: Kemen UMKM mendorong kampus untuk memberikan pendampingan yang inklusif dan berkelanjutan bagi mahasiswa perintis. Kampus harus bertransformasi menjadi pabrik technopreneur yang produknya berbasis riset.
Rektor ITERA, I Nyoman Pugeg Aryantha, mengapresiasi dukungan ini, menegaskan bahwa kampusnya berkomitmen mencetak lulusan berjiwa entrepreneurship melalui unit inkubasi bisnis, sertifikasi halal, dan pusat layanan inovasi.
PELUANG RP 800 T: PASAR AFIRMATIF DARI NEGARA
Pemerintah tidak hanya bicara mindset, tetapi juga menciptakan pasar riil. Arif menyinggung kebijakan afirmatif yang menjadi peluang emas bagi wirausaha muda kampus:
Kebijakan Afirmatif: Belanja 40 persen dari anggaran Kementerian, Lembaga, BUMN, dan Pemerintah Daerah harus dialokasikan untuk produk dan jasa UMKM.
Angkanya Fantastis: Nilai total belanja ini lebih dari Rp800 triliun. “Tantangannya sekarang, seberapa banyak wirausaha baru yang bisa menggantikan produk impor dari belanja tersebut,” kata Arif.
Kebijakan ini adalah sinyal pasar yang kuat. Wirausaha muda dari kampus seperti ITERA didorong untuk menciptakan inovasi berbasis teknologi yang siap menjadi substitusi produk impor, memanfaatkan market yang dijamin oleh negara.
Kementerian UMKM juga memastikan ekosistem hulu ke hilir sudah terbangun, mulai dari pendampingan, pendanaan (lewat Bank Himbara), hingga pemasaran (layanan PLUT). Kolaborasi ini, yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kemen UMKM dan ITERA, diharapkan mampu menjadikan Lampung sebagai pusat wirausahawan hebatdi masa mendatang.