By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: KemenPPPA Apresiasi Buku The Broken String Karya Aurelie Moeremans
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » KemenPPPA Apresiasi Buku The Broken String Karya Aurelie Moeremans

Terkini

KemenPPPA Apresiasi Buku The Broken String Karya Aurelie Moeremans

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Ratna Susianawati. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengapresiasi terbitnya buku berjudul The Broken String karya figur publik Aurelie Moeremans. Buku tersebut dinilai menjadi contoh penting keberanian korban kekerasan seksual dalam mengungkap pengalaman yang dialaminya ke ruang publik.

Contents
Keberanian Korban dan Tantangan Pengungkapan KasusSorotan Isu Child Grooming

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Ratna Susianawati menyampaikan bahwa langkah Aurelie patut diapresiasi karena mencerminkan keberanian korban untuk berbicara dan membuka ruang perhatian terhadap isu kekerasan seksual.

“Justru ini harus kita apresiasi ya, karena artinya dare to speak, berani untuk menyampaikan,” kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Ratna Susianawati di Heritage Center, Jakarta, Rabu (14/1).

Keberanian Korban dan Tantangan Pengungkapan Kasus

Ratna menilai tidak semua korban kekerasan seksual memiliki keberanian untuk mengungkap peristiwa yang dialaminya. Proses menceritakan kembali pengalaman kekerasan dinilai membutuhkan kekuatan mental yang besar, terutama karena adanya rasa takut, trauma, dan tekanan sosial.

“Tidak semua orang itu berani untuk menyampaikan kasus-kasus yang dialaminya dan ini menjadi contoh baik bahwa apa yang dialami kemudian disampaikan, tentunya nanti itu akan diatensi oleh kami,” kata Ratna Susianawati.

Ia menambahkan bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak masih menjadi fenomena gunung es. Artinya, jumlah kasus yang terungkap ke publik masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kasus yang sebenarnya terjadi di masyarakat.

Sorotan Isu Child Grooming

Terbitnya The Broken String turut memperkuat perhatian publik terhadap isu child grooming. Buku yang ditulis oleh Aurelie Moeremans tersebut memuat pengalaman hidupnya terkait kekerasan seksual, sehingga membuka diskusi lebih luas mengenai pola dan risiko kekerasan terhadap anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memandang karya tersebut sebagai pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat bahwa kekerasan terhadap anak adalah nyata dan dapat terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak, baik melalui edukasi, pengawasan, maupun kebijakan yang berpihak pada korban.

Child grooming sendiri merupakan proses manipulasi psikologis yang dilakukan oleh predator seksual untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan ikatan emosional dengan anak. Tujuan dari proses ini adalah melakukan pelecehan atau eksploitasi seksual terhadap korban secara bertahap dan tersembunyi.

Baca Juga :

Moving Season 2 Mulai Produksi, Kang Full Janji Lebih Spektakuler
Update Cuaca Hari Ini, BMKG Prediksi Jakarta Disiram Hujan Ringan dan Variasi Cuaca

You Might Also Like

Kekacauan di Tim Senegal! Bonus Belum Cair, Kontrak Pelatih Bermasalah & Terancam Tersingkir
Gol Telat Tangiskan Kongo! Kolombia Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo Sebut Produksi Beras dan Jagung Pecahkan Rekor
Haru Modric di Laga ke-200 Saat Kroasia Beri Kemenangan Spesial
Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
TAGGED:Aurelie MoeremansKemenPPPAThe Broken String
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Psikolog Ungkap Dampak Pernikahan Dini terhadap Perkembangan Remaja
Next Article Waspada Child Grooming, Ini Karakteristik Pelaku Menurut Psikolog
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Mati Lampu Terulang Lagi? Bahlil Semprot PLN: Penyakit Lama Sejak 2019 Belum Sembuh

2 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026

23 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index