JAKARTA, INVERSI – Komisi X DPR RI memberikan apresiasi tinggi atas capaian prestasi atlet Indonesia pada ajang SEA Games dan ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Thailand.
Penghargaan tersebut disampaikan dalam forum resmi di Jakarta, ditandai dengan pujian terbuka hingga tepuk tangan dari para anggota dewan sebagai bentuk kebanggaan terhadap hasil yang diraih kontingen Merah Putih di dua pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.
Pada SEA Games 2025 Thailand, Indonesia berhasil melampaui target perolehan medali emas. Target awal sebanyak 80 emas terlampaui dengan raihan 91 medali emas, sekaligus mengantarkan Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir. Capaian tersebut dinilai menunjukkan peningkatan performa yang konsisten di tengah persaingan ketat antarnegara Asia Tenggara.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan atlet penyandang disabilitas Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 Thailand. Kontingen Indonesia kembali finis di posisi kedua dengan perolehan 135 medali emas. Hasil tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya dan menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga disabilitas di kawasan.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan apresiasi langsung atas kerja keras para atlet, pelatih, serta jajaran pendukung. Ia menilai prestasi yang diraih di SEA Games dan ASEAN Para Games 2025 merupakan hasil dari pembinaan yang berjalan dengan baik dan dedikasi tinggi seluruh kontingen.
“Saya menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diukir atlet Indonesia di SEA Games dan ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Saya nilai ini prestasi yang luar biasa,” ujar Hetifah.
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing di level regional dengan persiapan yang matang.
Apresiasi serupa disampaikan Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Demokrat Sabam Sinaga. Ia menilai kinerja Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama seluruh pemangku kepentingan patut diapresiasi karena mampu menghadirkan hasil konkret di ajang multievent regional.
“Saya sangat mengapresiasi prestasi yang dihasilkan Kemenpora, terutama di SEA Games dan ASEAN Para Games 2025. Kami berharap prestasi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi,” kata Sabam.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan agar hasil positif tersebut tidak bersifat sementara.
Menanggapi apresiasi tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa capaian di SEA Games dan ASEAN Para Games 2025 tidak boleh membuat seluruh jajaran terlena. Menurutnya, hasil tersebut justru harus menjadi pemicu untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan strategi menghadapi ajang berikutnya.
Erick menyoroti tantangan besar yang menanti Indonesia pada SEA Games 2027. Ia menyebut persaingan akan semakin berat karena negara-negara rival telah mempersiapkan diri secara serius.
“Saya mendorong untuk segera dilakukan evaluasi dan persiapan untuk SEA Games 2027, karena tantangannya tidak mudah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Malaysia memiliki ambisi besar untuk menjadi juara umum saat menjadi tuan rumah SEA Games 2027. Selain itu, Vietnam dan Thailand juga dipastikan akan kembali tampil dominan dan berupaya merebut posisi teratas klasemen. Dalam kondisi tersebut, Indonesia harus memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mempertahankan prestasi.
“Kita akan menghadapi persaingan dari Malaysia yang berambisi menjadi juara umum di rumahnya sendiri, ditambah lagi Vietnam dan Thailand yang juga akan kembali menunjukkan dominasinya. Kita berusaha maksimal mempertahankan prestasi,” kata Erick.
Menurut Erick, kunci menjaga prestasi terletak pada konsistensi pembinaan, peningkatan kualitas pelatihan, serta penguatan sport science dan manajemen kompetisi. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung atlet, baik atlet able-bodied maupun penyandang disabilitas, agar mampu berprestasi secara berkelanjutan.
Apresiasi dari Komisi X DPR RI menjadi sinyal positif bagi dunia olahraga nasional. Dukungan legislatif dan eksekutif yang sejalan diharapkan mampu menciptakan iklim pembinaan yang kondusif.
Dengan evaluasi yang tepat dan persiapan yang matang, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan prestasi di SEA Games dan ASEAN Para Games berikutnya, tetapi juga meningkatkan daya saing di tingkat yang lebih tinggi.