By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kredibilitas Dipertanyakan, Nilai Rapor Tak Lagi Jadi Acuan dalam Proses Seleksi SPMB Jalur Prestasi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kredibilitas Dipertanyakan, Nilai Rapor Tak Lagi Jadi Acuan dalam Proses Seleksi SPMB Jalur Prestasi

Pendidikan

Kredibilitas Dipertanyakan, Nilai Rapor Tak Lagi Jadi Acuan dalam Proses Seleksi SPMB Jalur Prestasi

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menghapus penggunaan nilai rapor dalam proses seleksi jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Sebagai gantinya, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi acuan utama dalam seleksi tersebut.

Contents
Alasan Penghapusan Nilai Rapor: Banyak yang “Disedekahi” NilaiTKA Tidak Wajib, Tapi Penting untuk Peluang Lebih BesarTKA Buka Akses ke PTN dan Sekolah FavoritEra Baru Seleksi Siswa Berprestasi Dimulai

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan objektivitas dan keadilan dalam seleksi siswa berprestasi.

“Jalur prestasi yang kami kembangkan tidak lagi menggunakan nilai rapor. Kami coba minimalkan intervensi itu melalui TKA,” kata Mu’ti, Jumat (11/4).

Alasan Penghapusan Nilai Rapor: Banyak yang “Disedekahi” Nilai

Mu’ti menyoroti persoalan kredibilitas nilai rapor yang kerap kali dipertanyakan masyarakat. Menurutnya, tidak sedikit guru yang “terlalu baik” dalam memberikan nilai, sehingga hasil rapor tak lagi mencerminkan kemampuan siswa yang sesungguhnya.

“Banyak guru itu karena baik hati, jadi seperti sedekah nilai kepada muridnya. Harusnya nilainya 6, diberi 8. Harusnya 8, jadi 10. Itu yang bikin masyarakat tidak percaya lagi pada nilai rapor,” ungkapnya.

TKA Tidak Wajib, Tapi Penting untuk Peluang Lebih Besar

Meski menjadi penentu jalur prestasi, Mu’ti menegaskan bahwa TKA tidak bersifat wajib bagi seluruh siswa. Hanya siswa yang ingin mendapatkan nilai individual untuk membuka peluang pendidikan lebih tinggi yang disarankan mengikuti tes ini.

“Kalau dia merasa siap secara mental dan ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya, silakan ikut. Tapi kalau dia merasa stres, ya tidak perlu ikut,” jelas Mu’ti.

Langkah ini juga diambil sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap ujian akhir yang sering dianggap memicu tekanan berlebihan pada siswa.

TKA Buka Akses ke PTN dan Sekolah Favorit

Lebih dari sekadar pengganti Ujian Nasional (UN), TKA dirancang untuk memenuhi kebutuhan seleksi yang lebih adil dan transparan. Nilai TKA nantinya juga akan digunakan dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca Juga :

Bertanding Dalam Kondisi Tertindas, Iran Pantang Tumbang
Profil dan Biodata Nadine Kaiser, Anak Susi Pudjiastuti Segera Menikah

Selain itu, hasil TKA juga akan menjadi salah satu indikator penting dalam seleksi jalur prestasi di tingkat SMP dan SMA melalui SPMB.

“Ini juga permintaan dari banyak kampus di Indonesia. Mereka ingin punya data nilai individual siswa, bukan sekadar nilai sampling dari rapor,” ujar Mu’ti.

Era Baru Seleksi Siswa Berprestasi Dimulai

Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya dalam hal seleksi jalur prestasi. Dengan fokus pada kemampuan akademik nyata yang diukur melalui TKA, siswa kini ditantang untuk menunjukkan potensi terbaiknya tanpa mengandalkan nilai rapor semata.

Bagi para pelajar yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke sekolah atau kampus impian, mengikuti TKA bisa jadi langkah strategis untuk membuka lebih banyak peluang.***

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:Jalur PrestasiNilai RaporSPMB
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gantikan UN, TKA Bukan Penentu Kelulusan Tapi Jadi Pertimbangan Masuk PTN
Next Article Pendidikan Indonesia Kalah Jauh dari Negara Tetangga Akibat Terlalu Sering Pergantian Kebijakan?
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index