By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kredit Pay Later Naik, OJK Ingatkan Anak Muda Agar Tak Terjebak Utang Konsumtif
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kredit Pay Later Naik, OJK Ingatkan Anak Muda Agar Tak Terjebak Utang Konsumtif

Terkini

Kredit Pay Later Naik, OJK Ingatkan Anak Muda Agar Tak Terjebak Utang Konsumtif

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di tengah tren konsumsi digital yang makin digandrungi generasi milenial dan Gen Z, kredit Buy Now Pay Later (BNPL) dari sektor perbankan mencatat angka fantastis. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai outstanding kredit BNPL perbankan mencapai Rp21,98 triliun pada Februari 2025, hanya sedikit menurun dari Januari yang tercatat Rp22,57 triliun.

Contents
Pengguna BNPL Meningkat, Tapi Mulai MelandaiKredit BNPL Masih Kecil, Tapi Tetap Diawasi KetatKredit Investasi dan Konsumsi Tumbuh, Likuiditas TerjagaRisiko Kredit Terkendali, Tapi Gen Z Harus WaspadaBNPL Bukan Masalah, Asal Dipakai Bijak

Meski turun secara bulanan, pertumbuhan BNPL secara tahunan tetap tinggi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut bahwa BNPL tumbuh 36,60% secara year-on-year (yoy).

“Februari 2025, baki debet kredit BNPL tumbuh signifikan sebagaimana dilaporkan dalam SLIK,” kata Dian dalam Konferensi Pers RDK OJK, Jumat (11/4).

Pengguna BNPL Meningkat, Tapi Mulai Melandai

Data OJK juga menunjukkan jumlah rekening pengguna BNPL mencapai 23,66 juta pada Februari 2025, turun dari 24,44 juta rekening pada bulan sebelumnya. Meski demikian, angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap layanan cicilan digital masih sangat tinggi.

Tren ini menjadi perhatian karena mayoritas pengguna berasal dari segmen usia produktif, termasuk Gen Z, yang cenderung mencari kemudahan transaksi digital. Sayangnya, penggunaan yang tidak terkontrol bisa menimbulkan risiko finansial di masa depan.

Kredit BNPL Masih Kecil, Tapi Tetap Diawasi Ketat

Meskipun nilai kredit BNPL hanya mencakup 0,25% dari total kredit perbankan, OJK tetap menggarisbawahi pentingnya pengawasan dan mitigasi risiko. Pasalnya, sektor pembiayaan konsumtif digital ini berkembang sangat cepat, seiring dengan penetrasi teknologi keuangan (fintech) dan digital banking.

Secara keseluruhan, kredit perbankan tumbuh 10,30% yoy menjadi Rp7.825 triliun per Februari 2025, mencerminkan stabilitas intermediasi keuangan nasional.

Kredit Investasi dan Konsumsi Tumbuh, Likuiditas Terjaga

OJK mencatat, pertumbuhan kredit didominasi oleh:

  • Kredit Investasi: naik 14,62%
  • Kredit Konsumsi: naik 10,31%
  • Kredit Modal Kerja: naik 7,66%

Pertumbuhan kredit juga didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 5,75% yoy menjadi Rp8.926 triliun, dengan giro sebagai kontributor utama.

Baca Juga :

Omzet Rp365 Miliar, Polda Jabar Tangkap Bandar Judi Online Jaringan Internasional di Hotel
MBG Berpotensi Serap 1 Juta Tenaga Kerja, Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Atas 1 Persen

Di sisi likuiditas, kondisi perbankan masih sangat sehat. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) berada di level 116,76%, dan Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 26,35%, jauh di atas ambang batas aman masing-masing (50% dan 10%).

“Likuiditas masih sangat memadai untuk mendukung fungsi intermediasi,” ujar Dian.

Risiko Kredit Terkendali, Tapi Gen Z Harus Waspada

Dari sisi risiko, kualitas kredit perbankan tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di angka 2,22%, sedangkan NPL net tercatat 0,81%. Sementara itu, Loan at Risk (LAR) juga turun menjadi 9,77%, lebih baik dibanding Februari 2024 yang mencapai 11,56%.

Meskipun angka NPL sedikit meningkat dari bulan sebelumnya, namun tren tahunan menunjukkan perbaikan.

“Ini menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi,” tambah Dian.

BNPL Bukan Masalah, Asal Dipakai Bijak

Meningkatnya penggunaan BNPL menunjukkan bahwa generasi muda semakin terbiasa dengan transaksi digital yang cepat dan fleksibel. Namun, perlu diingat bahwa kemudahan ini harus diimbangi dengan literasi keuangan yang baik.

Dengan pertumbuhan yang tinggi, OJK menekankan pentingnya edukasi dan pengawasan, terutama agar anak muda tidak terjebak dalam jeratan utang konsumtif jangka pendek.

Jadi, kamu tim bayar sekarang atau cicil belakangan? Apapun pilihannya, pastikan keuangan tetap aman dan terkontrol.***

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
TAGGED:Anak MudaUtang
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Merasa Tertinggal dari Teman Seangkatan? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri
Next Article Tim Dance SMAN 3 Padang Tampil Inspiratif di Azarine DBL Dance Competition 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index