By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Merasa Tertinggal dari Teman Seangkatan? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Merasa Tertinggal dari Teman Seangkatan? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri

Terkini

Merasa Tertinggal dari Teman Seangkatan? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Scroll media sosial lalu melihat teman seangkatan sudah jadi manajer, menikah, punya mobil, atau keliling dunia, bisa dengan mudah memicu rasa tertinggal. Di tengah gempuran standar sosial dan pencapaian orang lain yang terus berseliweran, muncul pertanyaan diam-diam dalam hati “Aku ngapain aja, ya, selama ini?”

Perasaan tertinggal adalah hal yang manusiawi, apalagi di era digital seperti sekarang. Batas antara hidup pribadi dan pencapaian publik makin kabur.

Dalam satu genggaman, kita bisa membandingkan hidup dengan ratusan bahkan ribuan orang hanya lewat layar. Yang terlihat keberhasilan, senyum bahagia, dan pencapaian luar biasa. Yang tak terlihat perjuangan, tekanan, dan proses panjang di baliknya.

Sayangnya, perasaan ini sering datang diam-diam, membuat kita mempertanyakan nilai diri sendiri. Padahal, kehidupan bukan lomba lari estafet yang semua orang harus sampai di titik tertentu dalam waktu yang sama. Setiap orang punya lintasan hidup yang unik, dengan ritme yang berbeda.

Banyak anak muda, terutama generasi milenial akhir dan Gen Z, merasa seakan-akan mereka harus mengikuti timeline sosial yang tidak pernah mereka tetapkan sendiri. Lulus kuliah di usia tertentu, dapat kerja yang ‘keren’, menikah di umur tertentu, punya rumah sebelum usia 30, dan seterusnya. Standar-standar ini sering kali tidak realistis, apalagi di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang semakin kompleks.

Namun, bukan berarti perasaan tertinggal harus dibiarkan tumbuh menjadi racun. Justru, ini bisa menjadi momen refleksi untuk mengenal diri sendiri lebih dalam. Apa sebenarnya yang kita kejar? Apakah itu benar-benar keinginan pribadi, atau hanya tuntutan untuk “terlihat berhasil”?

Berdamai dengan diri sendiri adalah langkah penting. Menghargai proses yang telah dilalui, sekecil apa pun, adalah bentuk keberhasilan yang sering luput disadari. Seseorang mungkin belum punya rumah, tapi berhasil menjaga kesehatan mentalnya. Mungkin belum menikah, tapi sudah banyak belajar mengenal diri sendiri dan orang lain.

Perjalanan hidup bukan soal cepat-cepatan sampai di garis akhir. Tapi soal bagaimana kita tumbuh, belajar, dan tetap waras dalam dunia yang tak pernah berhenti menuntut lebih.

Jadi, saat perasaan tertinggal kembali datang, cobalah tarik napas dalam-dalam dan tanya pada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya aku butuhkan untuk merasa cukup?” Jawaban itu, sering kali bukan pencapaian orang lain, melainkan penerimaan terhadap proses diri sendiri.***

Baca Juga :

Tantang Berbagai Rintangan, iCAR V23 Tunjukkan Kemampuan Nyata di Chery x iCAR Adventure Park IIMS 2026
Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal Dunia, Korban Kecelakaan Helikopter

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:Kesehatan MentalSosial media
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mengenal ‘Emotional Rollercoaster’ Gen Z yang Bikin Mood Naik Turun Setiap Hari
Next Article Kredit Pay Later Naik, OJK Ingatkan Anak Muda Agar Tak Terjebak Utang Konsumtif
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index