By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kronologi PDNS Kena Ransomware Versi Menkominfo hingga Tebusan Rp 131 Miliar
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kronologi PDNS Kena Ransomware Versi Menkominfo hingga Tebusan Rp 131 Miliar

Terkini

Kronologi PDNS Kena Ransomware Versi Menkominfo hingga Tebusan Rp 131 Miliar

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie menjelaskan penyebab awal gangguan pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Menurut Budi, gangguan ini bermula dari serangan siber berupa ransomware.

Penjelasan tersebut disampaikan Budi dalam rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Kominfo dan BSSN di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Juni 2024. Budi menjelaskan bahwa PDNS tersebar di tiga lokasi.

“Ekosistem pusat data nasional sementara ada 3, yang PDNS 1 di Serpong, PDNS 2 di Surabaya, dan Cold Site di Batam,” ujarnya.

Dilansir dari kanal YouTube, @Komisi1DPR, Budi menjelaskan bahwa PDNS di Serpong dikelola oleh PT Lintasarta, sedangkan PDNS 2 di Surabaya dan Cold Site di Batam dikelola oleh PT Telkom.

Baca Juga: Nasib Data di PDNS yang Kena Ransomware hingga Risiko Jika Tebusan Tak Dibayar

Dia menjelaskan bahwa ransomware adalah perangkat lunak perusak yang menghalangi akses ke sistem hingga tebusan dibayarkan.

“Betul, para peretas meminta tebusan USD 8 juta,” kata Budi.

Kronologi PDNS Kena Ransomware

Budi memaparkan bahwa gangguan awal teridentifikasi pada PDNS 2 di Surabaya. Serangan siber dalam bentuk ransomware bernama ‘Brain Cipher Ransomware’ menyerang PDNS 2.

Setelah ransomware terdeteksi, ditemukan upaya untuk menonaktifkan fitur keamanan Windows Defender pada 17 Juni 2024 pukul 23.15 WIB. Menurut Budi, hal ini memungkinkan aktivitas malicious berlangsung.

Baca Juga :

Trading Bukan Jalan Pintas! Ini Kisah Anak Muda yang Sukses di Forex
241 Jemaah Haji Batal Berangkat karena Sakit dan Meninggal Dunia

“Aktivitas malicious mulai terjadi pada 20 Juni 2024 pukul 00.54 WIB, di antaranya melalui instalasi fail malicious penghapusan filesystem penting dan penonaktifan layanan berjalan,” jelasnya.

“Pada 20 Juni 2024 pukul 00.55 WIB, diketahui Windows Defender mengalami crash dan tidak bisa beroperasi,” lanjutnya.

Akibatnya, layanan di 239 kementerian dan lembaga daerah terdampak, sementara 43 kementerian dan lembaga lainnya tidak terdampak.

Baca Juga: 6 Lembaga yang Paling Terdampak Efek Domino Ransomware PDN, Ini Daftarnya

“Instansi pengguna yang berhasil recovery layanan, Kemenkomarves layanan perizinan event, Kemenkumham layanan keimigrasian, LKPP layanan sikap, Kemenag Sihalal, Kota Kediri ASN digital,” tambahnya.

12Next Page

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Usai Ransomware, BSSN Prediksi Serangan DDOS Terjadi di 2024
Next Article 6 Tips Memberantas Sarang Nyamuk untuk Mencegah DBD
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

8 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index