By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Langkah Baru Industri Gim dan Pemerintah Jaga Keamanan Anak di Ruang Digital
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Langkah Baru Industri Gim dan Pemerintah Jaga Keamanan Anak di Ruang Digital

Terkini

Langkah Baru Industri Gim dan Pemerintah Jaga Keamanan Anak di Ruang Digital

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
6 Min Read
Ilustrasi anak main game online rawan ajakan teroris. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kembali mengambil langkah serius dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital, khususnya di ekosistem permainan daring yang semakin berkembang di Indonesia. Di tengah masifnya industri gim dan tingginya minat anak-anak terhadap aktivitas digital, pemerintah menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan pengguna usia muda tetap menjadi prioritas utama.

Upaya ini makin terlihat saat para pelaku industri gim menunjukkan komitmen mereka untuk mematuhi regulasi perlindungan anak yang diberlakukan pemerintah. Komitmen tersebut disampaikan setelah sejumlah platform serta penerbit gim berdialog langsung dengan Kemkomdigi mengenai peran mereka sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Menurut Direktur Penyidikan Digital Kemkomdigi, Irawati Tjipto Priyanti, komunikasi intens antara pemerintah dan pelaku industri membuat kedua pihak kini berada dalam satu frekuensi yang sama soal pentingnya perlindungan anak. Ia mengatakan bahwa para penerbit maupun platform gim memahami kewajiban mereka dan menunjukkan niat baik untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang telah ditetapkan.

“Mereka (platform dan penerbit gim) pasti ingin patuh ya. Tinggal kita juga harus banyak komunikasi dan mereka juga punya niat yang baik. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,” kata Irawati saat ditemui di Jakarta Selatan pada Kamis.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pemerintah tak hanya ingin membuat regulasi, tetapi juga membuka ruang dialog seluas-luasnya agar para pelaku industri bisa beradaptasi tanpa merasa tertekan. Kemkomdigi pada dasarnya ingin memastikan regulasi berjalan efektif, namun tetap memberikan ruang bagi perkembangan industri kreatif, termasuk dunia gim yang memiliki potensi ekonomi sangat besar di Indonesia.

Irawati juga menegaskan kembali bahwa setiap gim yang hadir dan dipublikasikan di Indonesia wajib tunduk pada aturan yang berlaku. Bukan hanya soal teknis, tetapi juga fitur dan konten yang ada di dalam gim itu sendiri. Setiap elemen harus memperhatikan prinsip perlindungan terhadap anak karena segmen pengguna muda merupakan salah satu yang terbesar dalam industri ini.

“Yang jelas ini terkait juga dengan regulasi yang kita tetapkan untuk PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik). Jadi mereka juga harus patuh dengan regulasi itu,” ujar Irawati.

Dalam beberapa tahun terakhir, perbincangan mengenai keamanan digital anak semakin sering muncul. Mulai dari paparan konten tidak pantas, transaksi dalam gim yang kurang terawasi, hingga akses fitur yang dianggap memiliki risiko tinggi. Situasi ini membuat pemerintah semakin serius memperkuat sistem pengawasan dan kolaborasi.

Komitmen tersebut terlihat konkret saat Kemkomdigi menggelar audiensi besar bersama lebih dari 20 penerbit gim global dan lokal. Dari nama besar seperti Tencent, Garena, Agate, Nintendo, Megaxus, hingga Playstation, semuanya hadir untuk membahas langkah strategis agar ruang digital khususnya di dunia gim tetap aman bagi pengguna anak-anak. Asosiasi seperti Asosiasi Game Indonesia (AGI) juga turut serta memberikan perspektif yang lebih menyeluruh.

Baca Juga :

Komisi VIII DPR: Perjalanan Umrah Harus Lewat Agen Resmi Jangan Backpacker
Berbagi di Panti Jompo Pusaka 41, Alumni Relawan Bakti BUMN Beri Dampak Positif dan Saling Bantu

Agenda audiensi tersebut berfokus pada perlindungan anak, peningkatan moderasi konten, serta penguatan fitur keamanan yang menjadi standar baru dalam ekosistem digital Indonesia. Kolaborasi seperti ini diharapkan mampu mempercepat implementasi aturan pemerintah sekaligus meningkatkan kesadaran para pelaku industri terhadap dampak sosial permainan digital.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menyebut bahwa isu ruang digital—termasuk permainan daring memang menjadi perhatian besar baik dari pemerintah maupun publik. Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai kasus dan diskusi mengenai keamanan anak di internet semakin banyak disorot.

“Karena itu kita perlu bergerak cepat dan terukur, tetapi tetap membuka ruang dialog dengan industri agar ekosistem digital kita aman tanpa menghambat inovasi,” kata Alexander dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pernyataan Alexander menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil langkah ekstrem yang justru berpotensi menekan kreativitas industri. Sebaliknya, Kemkomdigi ingin menghadirkan keseimbilan: ruang digital yang aman sekaligus tetap mendorong inovasi. Pendekatan kolaboratif ini dipandang lebih efektif dibanding kebijakan sepihak.

Para penerbit gim daring yang hadir pun menyampaikan apresiasi mereka atas pendekatan pemerintah yang terbuka. Mereka menyatakan siap mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini mengatur berbagai aspek penting seperti klasifikasi usia, moderasi konten, parental control, dan edukasi bagi orang tua.

PP TUNAS menjadi tonggak penting dalam upaya memastikan ruang digital semakin aman bagi anak. Dalam aturan tersebut, platform digital diwajibkan menerapkan standar keamanan minimum mulai dari proses verifikasi usia, pembatasan fitur berisiko tinggi, hingga moderasi konten agar lebih ketat dan bertanggung jawab.

“PP Tunas menetapkan standar keamanan minimum bagi seluruh platform digital, termasuk gim daring. Mulai dari verifikasi usia, pembatasan akses fitur berisiko tinggi, hingga moderasi konten. Semua ini adalah fondasi agar ruang digital tetap aman dan layak bagi anak,” ujar Alexander.

Dengan semakin mendalamnya integrasi teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, edukasi kepada orang tua juga menjadi aspek penting. Banyak orang tua masih belum memahami berbagai fitur yang tersedia di gim, termasuk pengaturan keamanan yang bisa mereka manfaatkan. Melalui PP TUNAS dan kolaborasi bersama industri, edukasi ini akan semakin diperluas sehingga orang tua bisa berperan aktif mendampingi anak-anak mereka.

Secara keseluruhan, langkah-langkah Kemkomdigi bersama para pelaku industri gim menunjukkan arah yang jelas: membangun ekosistem digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab tanpa membatasi ruang kreativitas. Dengan regulasi yang semakin kuat dan kolaborasi yang semakin solid, industri gim di Indonesia memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih positif sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada generasi muda yang tumbuh dalam era digital.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:GameGimKemkomdigi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Zodiak Ramalan Zodiak 20 November 2025: Energi Baru, Cinta, dan Peluang Karier Menanti
Next Article Performanya Makin Stabil, Putri KW Kunci Tiket Perempat Final Australian Open
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index