INVERSI.ID – Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur utama Puncak–Cianjur untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama libur panjang Imlek 2026. Langkah ini dilakukan guna mencegah kemacetan total yang kerap terjadi saat volume kendaraan meningkat signifikan.
Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi di Cianjur, Minggu, mengatakan arus lalu lintas di sepanjang jalur utama Cianjur, mengalami peningkatan sejak dua hari terakhir, namun tidak menyebabkan antrean kendaraan.
Meski demikian, perlambatan arus sempat terjadi di beberapa titik menuju kawasan wisata favorit di jalur Puncak–Cipanas, seperti pertigaan Hanjawar, Cibodas, dan Pasar Cipanas. Kondisi tersebut masih bisa dikendalikan berkat kehadiran puluhan personel yang disiagakan di lapangan.
“Volume kendaraan yang melintas mengalami peningkatan namun arus lalu lintas terpantau normal lancar, hanya di sejumlah titik laju kendaraan tersendat karena keluar masuk kendaraan terutama di jalur menuju destinasi wisata,” katanya.
Untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan saat puncak libur akhir pekan, jajaran kepolisian menurunkan lebih dari 60 personel yang ditempatkan di sejumlah titik rawan kemacetan, mulai dari kawasan By Pass-Cianjur hingga Puncak Pass. Penempatan petugas dilakukan untuk memastikan kelancaran arus sekaligus mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah juga disiapkan secara situasional di kawasan Puncak–Cipanas. Skema ini diberlakukan guna mengurai antrean kendaraan yang sempat mencapai lebih dari dua kilometer.
Penerapan sistem satu arah dilakukan setelah koordinasi dengan Polres Bogor, mengingat jalur Puncak merupakan penghubung utama antara Cianjur dan Bogor yang kerap padat saat musim liburan.
“Minggu pagi sempat diberlakukan sistem satu arah dari Bogor menuju Cianjur selama beberapa puluh menit, kemungkinan saat petang diberlakukan sistem yang sama dari Cianjur ke Bogor namun sifatnya situasional,” katanya.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian wilayah Cianjur. Kondisi hujan dan kabut tebal dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di jalur rawan.
“Pengendara juga diminta berhati-hati dan mematuhi aturan serta anjuran petugas karena kawasan Puncak-Cianjur kerap dilanda kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang terutama saat dan setelah hujan turun,” katanya.
Rekayasa arus dan penguatan pengamanan ini diharapkan mampu menjaga kelancaran lalu lintas selama momentum libur Imlek 2026, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berwisata ke kawasan Puncak dan sekitarnya.