By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Longsor Terjang Pasirlangu, Badan Geologi Peringatkan Ancaman Gerakan Tanah Susulan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Longsor Terjang Pasirlangu, Badan Geologi Peringatkan Ancaman Gerakan Tanah Susulan

Terkini

Longsor Terjang Pasirlangu, Badan Geologi Peringatkan Ancaman Gerakan Tanah Susulan

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
5 Min Read
Longsor Terjang Desa Pasirlangu. (Foto : Dok. Kementerian ESDM)
Longsor Terjang Desa Pasirlangu. (Foto : Dok. Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Bencana gerakan tanah berupa longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat 24 Januari 2026. Peristiwa ini terjadi di kawasan perbukitan dengan kepadatan permukiman yang cukup tinggi dan langsung mendapat perhatian serius dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor susulan masih tinggi, terutama saat hujan dengan intensitas lebat dan durasi yang panjang.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa longsor di Pasirlangu dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan karakteristik tanah sehingga lereng kehilangan kestabilannya.

“Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng,” ujar Lana di Bandung, Minggu 25 Januari 2026.

Selain hujan, kondisi geologi setempat turut memperbesar risiko terjadinya gerakan tanah. Wilayah Pasirlangu didominasi oleh batuan gunungapi tua yang telah mengalami pelapukan intensif. Kombinasi antara kemiringan lereng yang curam, keberadaan rekahan dan sesar geologi, serta material batuan yang mudah terurai membuat kawasan ini rentan terhadap longsor, khususnya saat kondisi tanah jenuh air.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, wilayah terdampak masuk dalam kategori Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi terutama pada lereng yang telah terganggu, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia. Risiko tersebut meningkat signifikan apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Aktivitas manusia di kawasan tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap menurunnya kestabilan lereng. Pemotongan lereng untuk permukiman dan pembangunan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, menyebabkan air hujan tidak terkelola dengan baik. Akibatnya, air meresap ke dalam tanah dan mempercepat terjadinya pergerakan lereng.

“Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas,” jelas Lana.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut membuat wilayah Pasirlangu masih sangat rentan terhadap gerakan tanah susulan.

Baca Juga :

PAN Dukung Bobby Nasution di Pilgub Sumut 2024
Lirik Lagu Karo Jaga Kesehatendu dan Artinya

Sebagai respons tanggap darurat, Badan Geologi segera memberangkatkan Tim Tanggap Darurat ke lokasi kejadian. Tim tersebut bertugas melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengidentifikasi penyebab longsor serta menyiapkan rekomendasi teknis penanganan di area terdampak yang diperkirakan mencapai luas sekitar 30 hektar.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Hadi Wijaya menyampaikan bahwa tim telah berada di lapangan untuk melakukan kajian langsung.

“Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada di lokasi terjadinya gerakan tanah berupa tanah longsor. Tim akan melakukan pemeriksaan di lokasi bencana untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana,” ujarnya.

Tim Tanggap Darurat yang terdiri dari sepuluh personel, gabungan teknis dan nonteknis, akan menyusun rekomendasi teknis penanganan longsor serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap kondisi geologi wilayahnya sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana yang berpotensi terulang.

Badan Geologi juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lereng curam agar segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, karena pergerakan tanah susulan masih sangat mungkin terjadi.

Dalam proses penanganan bencana, keselamatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama. Lana menegaskan bahwa aktivitas penanganan longsor dan pencarian korban harus mempertimbangkan kondisi cuaca.

“Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas,” katanya.

Pemerintah berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi teknis dapat meminimalkan risiko lanjutan. Kesadaran terhadap kondisi lingkungan dan kepatuhan terhadap rekomendasi mitigasi dinilai menjadi kunci penting untuk mengurangi dampak bencana gerakan tanah di wilayah rawan longsor seperti Pasirlangu.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Badan GeologiKementerian ESDMLongsorPasirlangu
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sahabat Kenang Capt. Andy Dahananto sebagai Pilot Berdedikasi Tinggi
Next Article Atlet pelari para Indonesia bersemangat cetak prestasi di Para Games 2025 Tailan. (Foto : HO-Kemenpora) Lampaui Target Medali, Indonesia Finis Runner Up ASEAN Para Games 2025 dengan 135 Emas
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index