INVERSI.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak generasi muda Indonesia untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan dunia kerja di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Pesan ini ia sampaikan saat menyampaikan orasi ilmiah pada acara wisuda SMAIT Ummul Quro, Bogor, Sabtu (10/5).
Dalam pidatonya, Yassierli menyoroti pentingnya kesiapan pemuda Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi yang sedang dinikmati bangsa saat ini. Menurutnya, keuntungan besar hanya dapat diraih jika generasi muda memiliki karakter proaktif, kompetensi relevan, dan semangat belajar sepanjang hayat.
“Pemuda harus mampu menciptakan peluang, bukan hanya menunggu kesempatan. Kuasai keterampilan digital, komunikasi global, dan kemampuan sosial. Jangan takut gagal, teruslah belajar dan tumbuh,” ujar Yassierli dalam keterangan tertulis, Minggu (11/5).
Kunci Sukses: Kombinasi Keterampilan Spesifik dan Umum
Yassierli juga menekankan pentingnya penguasaan berbagai model kompetensi untuk menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan global yang cepat. Ia menyarankan generasi muda untuk membekali diri dengan dua keterampilan spesifik dan satu keterampilan umum.
“Keseimbangan antara keterampilan teknis (technical skills), kognitif (cognitive skills), dan keterampilan lunak (soft skills) adalah kunci untuk menghadapi disrupsi digital dan otomatisasi pekerjaan,” tegasnya.
Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam penutup orasinya, Yassierli menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran vital dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia berharap para lulusan SMA tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja yang mampu beradaptasi dan memimpin di tengah tantangan global.
“Mari jadi generasi yang mampu menginspirasi, berinovasi, dan menjadi tulang punggung kemajuan bangsa,” tutupnya.***