INVERSI.ID – Kejutan besar terjadi di Roland Garros 2026 setelah petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, tersingkir secara dramatis pada babak kedua, Kamis waktu setempat. Upaya Sinner untuk melengkapi Career Grand Slam harus terhenti usai takluk dari petenis Argentina Juan Manuel Cerundolo dengan skor 3-6, 2-6, 7-5, 6-1, 6-1.
Sinner sebenarnya tampil dominan pada awal pertandingan dan terlihat berada di atas angin ketika unggul 5-1 pada set ketiga. Namun situasi berubah drastis setelah petenis asal Italia itu mulai mengalami masalah fisik yang diduga akibat kram.
“Ini sulit baginya,” kata Cerundolo tentang Sinner setelah pertandingan dikutip dari ATP.
“Saya tidak bisa memenangi lebih dari tiga gim dalam satu set, jadi saya sedikit beruntung.”
Kondisi fisik Sinner terus menurun di tengah pertandingan. Ia bahkan dua kali gagal menyelesaikan gim dengan baik dan sempat meminta medical timeout di luar lapangan saat skor menunjukkan 5-4, 0/40.
Setelah momen tersebut, permainan Sinner tak lagi sama. Cerundolo langsung mengambil momentum dan tampil agresif hingga berhasil merebut 18 dari 20 gim terakhir untuk memastikan salah satu hasil paling mengejutkan di musim 2026.
Kemenangan itu membuat Cerundolo yang kini menempati ranking 56 dunia mencatat sejarah tersendiri. Ia menjadi petenis putra pertama yang mampu menyingkirkan unggulan teratas di Grand Slam lapangan tanah liat sebelum babak ketiga sejak Karol Kucera melakukannya pada tahun 2000.
“Dia pantas memenangi pertandingan ini, dan kemudian saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi saya merasa kasihan padanya dan berharap dia pulih,” ujar Cerundolo.
Roland Garros sendiri menjadi satu-satunya gelar Grand Slam yang belum pernah dimenangkan Sinner. Sebelum turnamen dimulai, petenis berusia 24 tahun itu membidik pencapaian Career Grand Slam dan berpeluang masuk daftar elite petenis era Open yang sukses menjuarai seluruh turnamen major.
Sinner datang ke Paris dengan performa luar biasa setelah mencatat 30 kemenangan beruntun serta menyapu bersih lima gelar ATP Masters 1000 sepanjang musim 2026.
Masalah fisik sebenarnya sempat menghantui Sinner di Australian Open awal tahun ini saat menghadapi Eliot Spizzirri pada babak ketiga. Ketika itu, aturan cuaca panas membuat atap Rod Laver Arena ditutup sehingga ia mampu memulihkan tenaga dan akhirnya menang dalam empat set.
Namun situasi berbeda terjadi di Roland Garros. Kali ini, Sinner tidak mampu bangkit meski masih sempat memperlihatkan kualitas pukulan forehand andalannya di beberapa momen pertandingan.
Cerundolo pun memanfaatkan kondisi lawannya dengan cerdas. Petenis Argentina itu berkali-kali memainkan drop shot untuk menguras pergerakan Sinner yang mulai terbatas akibat gangguan fisik.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak lainnya bagi Sinner di Lapangan Philippe-Chatrier. Tahun lalu, ia juga harus menelan kekecewaan setelah gagal mengonversi match point saat menghadapi Carlos Alcaraz di partai final.
Meski tersingkir lebih cepat, Sinner tetap meninggalkan Paris dengan catatan impresif 37 kemenangan dan tiga kekalahan sepanjang musim 2026 berdasarkan data ATP.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sinner dan Carlos Alcaraz mendominasi tenis dunia dengan menyapu sembilan gelar Grand Slam terakhir. Namun dengan Sinner tersingkir dan Alcaraz absen akibat cedera pergelangan tangan, Roland Garros 2026 kini membuka peluang lahirnya juara baru.
Cerundolo yang sukses menembus babak ketiga Grand Slam untuk pertama kali dalam kariernya akan menghadapi pemenang laga antara petenis Spanyol Martin Landaluce melawan petenis Republik Ceko Vit Kopriva.