By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: 8 Produk dan Perusahaan Terkait Israel yang Diboikot Dunia, Nomor 7 Hasil Rampasan dari Tanah Palestina
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » 8 Produk dan Perusahaan Terkait Israel yang Diboikot Dunia, Nomor 7 Hasil Rampasan dari Tanah Palestina

Terkini

8 Produk dan Perusahaan Terkait Israel yang Diboikot Dunia, Nomor 7 Hasil Rampasan dari Tanah Palestina

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Israel telah mendapat banyak kecaman karena tindakannya terhadap warga Palestina di Gaza. Sebagai dukungan terhadap Palestina, sejumlah produk dan perusahaan dari Israel diboikot dunia.

Media sosial seperti X (sebelumnya Twitter) dan TikTok dibanjiri oleh hashtag #BDSMovement, yang merujuk pada gerakan memboikot produk atau perusahaan yang terkait dengan Israel.

BDS (Boycott, Divestment, and Sanctions) merupakan sebuah gerakan protes global yang menekankan non-kekerasan. Gerakan ini bertujuan untuk melakukan boikot ekonomi dan budaya terhadap Israel, melakukan divestasi finansial dari negara tersebut, serta memberlakukan sanksi pemerintah untuk mendorong pemerintah Israel agar mematuhi hukum internasional dan mengakhiri kebijakan kontroversialnya terhadap Palestina.

Baca juga: BRIN: Logam Tanah Jarang Berpotensi sebagai Energi Terbarukan

Penting untuk dicatat bahwa BDS bukanlah sebuah organisasi, melainkan sebuah taktik. Oleh karena itu, berbagai kelompok individu maupun kelompok organisasi melaksanakan kampanye mereka sendiri yang mungkin memiliki fokus target yang sedikit berbeda.

Meskipun demikian, mereka tetap berpegang pada prinsip-prinsip moral dan taktik perlawanan yang damai.

Seruan internasional pertama untuk melakukan boikot, divestasi, dan memberlakukan sanksi terhadap Israel muncul pada tahun 2005 dari koalisi kelompok besar.

Pada saat itu, lebih dari 4 juta pengungsi Palestina telah kehilangan tempat tinggal sejak berdirinya negara Israel, menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina.

BDS tidak hanya melibatkan produk dan perusahaan Israel, seperti SodaStream, tetapi juga perusahaan-perusahaan internasional besar yang diduga terlibat dalam upaya penindasan terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga :

Tim Robotika MAN 1 Madina Borong Juara di Kompetisi Robot Internasional Malaysia 2025
Keren! Sarawak Kasih Kuliah Gratis Mulai 2026, Indonesia Kapan Nyusul Nih?!

Berbagai kelompok BDS di seluruh dunia mungkin memiliki daftar berbeda mengenai produk dan perusahaan yang mereka boikot. Namun, saat ini Komite Nasional BDS fokus pada beberapa target strategis tertentu.

Salah satu contohnya adalah HP, atau Hewlett Packard, sebuah perusahaan Amerika yang terkenal dengan produk printernya.HP dituduh telah membantu Israel dalam memantau dan membatasi pergerakan warga Palestina dengan menerapkan sistem ID biometrik.

Baca juga: Fakta-fakta Dokter RS Indonesia di Gaza Histeris saat Tahu Anaknya Korban Serangan Israel

Selain HP, terdapat beberapa produk dan perusahaan lain yang menjadi sasaran boikot oleh gerakan BDS. Dilansir dari situs BDS, berikut adalah beberapa perusahaan Israel dan internasional yang diboikot karena mendukung Israel:

  1. Siemens

Perusahaan ini terlibat dalam proyek-proyek yang melibatkan pencurian tanah Palestina untuk kepentingan perdagangan listrik antara Israel dan Uni Eropa yang dihasilkan dari gas fosil.

  1. SodaStream

Perusahaan ini memiliki sejarah panjang penganiayaan dan diskriminasi terhadap pekerja Palestina.

  1. PUMA

Perusahaan ini diboikot karena menjadi sponsor tunggal Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Menurut BDS Movement, dukungan PUMA terhadap IFA secara langsung mendukung pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional.

  1. Ahava

Merek kecantikan ini memiliki situs produksi, pusat kunjungan, dan toko utama di pemukiman ilegal Israel.

  1. Sabra

Perusahaan ini memiliki kaitan dengan dukungan keuangan terhadap tentara Israel.

  1. AXA

Perusahaan asuransi multinasional Prancis ini terlibat dalam investasi di bank-bank Israel yang terlibat di wilayah Palestina.

  1. Berbagai Buah dan Sayuran dari Israel

Produk-produk ini sering dilabeli sebagai produk dari Israel, padahal sebenarnya berasal dari tanah Palestina yang dirampas.

  1. HP

HP, atau Hewlett Packard, adalah perusahaan teknologi yang terkenal karena pengembangan dan penyediaan berbagai jenis perangkat keras dan lunak. Dalam konteks Israel, HP telah terlibat dalam implementasi sistem ID biometrik yang digunakan untuk mengawasi dan membatasi pergerakan penduduk Palestina.***

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Gunung Salak dan Sukhoi Keangkeran yang Tak Terpisahkan
Next Article Namanya Terseret Kasus Korupsi, Celine Evangelista Masih Bisa Santai Pelesiran
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index