By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: OTT KPK Soroti Integritas Aparat Pajak, DPR Ingatkan Reformasi Total Demi Jaga Penerimaan Negara
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » OTT KPK Soroti Integritas Aparat Pajak, DPR Ingatkan Reformasi Total Demi Jaga Penerimaan Negara

Terkini

OTT KPK Soroti Integritas Aparat Pajak, DPR Ingatkan Reformasi Total Demi Jaga Penerimaan Negara

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Mengenakan rompi oranye bernomor 136, eks Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu (DWB) sebagai tersangka kasus suap pajak. (Foto : Dok. KPK)
Mengenakan rompi oranye bernomor 136, eks Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu (DWB) sebagai tersangka kasus suap pajak. (Foto : Dok. KPK)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap sejumlah pegawai pajak memicu perhatian serius dari parlemen. Kasus tersebut dinilai menjadi peringatan keras bahwa persoalan integritas di lingkungan aparat perpajakan masih menjadi tantangan besar, terutama di tengah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang defisitnya kian mendekati ambang batas tiga persen.

Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, menilai OTT KPK harus dimaknai sebagai sinyal peringatan agar pengawasan dan reformasi di sektor perpajakan diperkuat. Ia menegaskan bahwa penindakan terhadap oknum tidak boleh dipahami sebagai gambaran menyeluruh institusi, melainkan sebagai bagian dari proses penegakan hukum untuk membersihkan penyimpangan.

“Saya melihat kasus ini sebagai tindakan penegakan hukum terhadap oknum, bukan cerminan keseluruhan institusi perpajakan yang saat ini sedang menjalankan agenda reformasi secara intensif,” ujar Amin di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

Menurutnya, proses hukum yang transparan justru penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan nasional.

Amin menekankan bahwa di tengah kondisi penerimaan pajak yang belum optimal, upaya pembersihan internal merupakan satu-satunya jalan untuk memastikan negara tidak mentoleransi praktik penyimpangan. Ia menilai kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan penerimaan negara.

Dalam konteks tersebut, Amin mengapresiasi sikap terbuka yang ditunjukkan oleh Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak yang langsung menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada KPK. Menurutnya, langkah ini mencerminkan bahwa mekanisme pengawasan internal dan eksternal masih berjalan dan tidak saling menutup.

“Saya mengapresiasi Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak yang langsung membuka diri terhadap proses hukum. Ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan masih berfungsi dan tidak ada upaya melindungi pelanggaran,” ungkapnya.

Ia menilai sikap tersebut penting untuk menjaga legitimasi kebijakan fiskal di mata publik.

Lebih jauh, Amin mendorong dilakukannya reformasi menyeluruh di lingkungan aparat perpajakan. Ia menilai digitalisasi sistem, audit berbasis risiko, serta pengawasan berlapis harus dipercepat untuk menutup celah terjadinya praktik koruptif. Dengan sistem yang lebih transparan, ruang diskresi petugas dapat dipersempit sehingga peluang penyimpangan semakin kecil.

Baca Juga :

Ledakan MBG! 22 Ribu SPPG Beroperasi, Lebih dari 60 Juta Warga Sudah Nikmati Makan Bergizi Gratis
Membangun Generasi Kreatif dan Mandiri, Lewat Pendidikan Kewirausahaan di Usia Dini

Menurut Amin, agenda reformasi ke depan setidaknya harus menyasar tiga aspek utama. Pertama adalah sistem, yang menuntut digitalisasi proses pemeriksaan dan pemungutan pajak agar seluruh tahapan meninggalkan jejak audit yang jelas. Kedua adalah sumber daya manusia, di mana integritas harus menjadi fondasi utama dalam proses rekrutmen, promosi, dan rotasi pegawai.

Untuk aspek sumber daya manusia, Amin menekankan perlunya penguatan pemeriksaan gaya hidup serta perlindungan bagi pelapor pelanggaran atau whistleblower. Ia menilai langkah ini krusial agar pegawai yang berintegritas tidak takut melaporkan penyimpangan yang terjadi di lingkungan kerjanya.

Aspek ketiga yang disoroti adalah relasi antara fiskus, wajib pajak, dan konsultan pajak. Amin mengingatkan bahwa peran konsultan pajak perlu ditata ulang agar benar-benar menjadi mitra kepatuhan, bukan justru berfungsi sebagai perantara praktik manipulasi. Menurutnya, pengawasan terhadap konsultan pajak sama pentingnya dengan pengawasan terhadap aparat pajak itu sendiri.

Amin juga mengaitkan kasus OTT tersebut dengan tren penerimaan negara yang mengalami tekanan. Ia menilai rendahnya integritas oknum aparat berpotensi berdampak langsung pada kinerja penerimaan pajak, karena melemahkan kepercayaan wajib pajak terhadap keadilan sistem. Jika kepercayaan publik menurun, kepatuhan pajak pun akan ikut tergerus.

“Penerimaan negara berdiri di atas kepercayaan publik. Menindak oknum bukan sekadar peringatan, tetapi juga bagian dari menjaga legitimasi sistem perpajakan,” tegas Amin.

Ia memastikan Komisi XI DPR akan terus mengawal agenda reformasi perpajakan melalui fungsi pengawasan dan legislasi.

Dengan pengawalan yang konsisten dan reformasi yang menyentuh akar persoalan, Amin berharap kasus OTT KPK justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat integritas aparat pajak. Menurutnya, hanya dengan sistem yang bersih dan dipercaya publik, penerimaan negara dapat kembali optimal dan berkelanjungan.

Baca Juga : https://inversi.id/kpk-geledah-kantor-ditjen-pajak-penyidikan-suap-pemeriksaan-pajak-kian-menguat/

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:KorupsiKPKPajak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Eks Mendikburistek Nadiem Makarim jalani siding di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. (Foto : ANTARA/Bayu Pratama S) Chromebook Pendidikan Bermasalah, Fakta di Persidangan Bertolak Belakang dengan Klaim Nadiem
Next Article Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Staf Khusus Bidang Pemerintahan Jurist Tan. (Foto : Inilah.com/menpan.go.id) Terbongkar di Sidang Tipikor, Eks Staf Khusus Nadiem Disebut Minta 30 Persen ke Google dari Proyek Chromebook
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index