By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Sepanjang Hari, Langkah Baru Bangun Generasi Tangguh
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Sepanjang Hari, Langkah Baru Bangun Generasi Tangguh

Pendidikan

Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Sepanjang Hari, Langkah Baru Bangun Generasi Tangguh

Jack
By
Jack
7 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Program Sekolah Sepanjang Hari atau SSH resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Papua pada Jumat lalu. Peresmian ini dipusatkan di SD Inpres Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, dan menjadi pembuka bagi era baru pendidikan yang mencoba menjawab tantangan besar di wilayah tersebut. Lewat program ini, pemerintah ingin membawa angin segar bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para pelajar di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Contents
Langkah Intervensi Demi Generasi Papua TengahSepuluh Sekolah Jadi Motor Penggerak SSH

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menegaskan bahwa SSH bukan sekadar program tambal sulam atau proyek sementara. Ia menyampaikan bahwa konsep sekolah sepanjang hari dirancang untuk memastikan siswa tidak hanya belajar mata pelajaran akademik, tetapi juga dibina dalam hal karakter, kreativitas, dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) merupakan sistem pendidikan yang mengharuskan siswa berada di sekolah dari pagi hingga sore hari, dan tidak hanya belajar akademik tetapi juga untuk pembinaan karakter, kreativitas dan keterampilan,” kata Meki Fritz Nawipa.

Menurut Meki, program ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di wilayah 3T yang selama ini menghadapi akses terbatas, tantangan infrastruktur, serta kebutuhan akan guru yang memadai. Lewat SSH, siswa diharapkan bisa mendapatkan lingkungan belajar yang lebih terstruktur, lebih aman, dan lebih mendukung pengembangan diri.

“Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di daerah Tertinggal, Terdepan Terluar (3T),” lanjutnya.

Langkah Intervensi Demi Generasi Papua Tengah

Secara aturan, satuan pendidikan seperti SD, SMP, dan SMA berada di bawah kewenangan kabupaten, bukan provinsi. Namun menurut Meki, pemerintah provinsi perlu turun tangan secara langsung demi menjamin masa depan generasi muda Papua Tengah. Dalam pandangannya, kemajuan anak-anak Papua tidak boleh menunggu. Perubahan mesti didorong sejak sekarang agar mereka memiliki kesempatan yang sama seperti anak-anak di daerah lain.

Karenanya, Pemprov Papua Tengah memilih untuk mengintervensi jalannya program SSH sebagai dukungan nyata bagi pengembangan SDM di wilayah tersebut.

“Namun demi masa depan generasi penerus, maka pihaknya mengintervensi program tersebut agar kelak anak-anak Papua Tengah juga bisa menjadi pemimpin di daerah ini,” ujarnya.

Gubernur Meki berharap bahwa dengan adanya SSH, kualitas pendidikan dan prestasi siswa dapat meningkat signifikan. Program ini bukan hanya tentang memperpanjang jam sekolah, tetapi tentang bagaimana sekolah bisa menjadi ruang aman yang memantik kreativitas serta membuka peluang baru bagi anak-anak Papua.

Baca Juga :

Menelusuri Jejak Kampung Arab, Destinasi Wisata Religi di Indonesia
Basket Madiun Gempar! Turnamen Walikota Cup Madiun 2025 Sukses Digelar, Lahirkan Bibit Unggul!

“Dengan demikian diharapkan melalui Program SSH dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi siswa di wilayah Papua Tengah,” tambahnya.

Pemerintah provinsi juga memberi apresiasi kepada Universitas Papua (Unipa) Manokwari yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi elemen penting yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan di Papua Tengah. Lewat sinergi ini, penyempurnaan kurikulum, pelatihan guru, hingga pengembangan metode pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih matang.

Di era ketika kompetensi global semakin menuntut kreativitas, kemampuan problem solving, serta karakter kuat, kehadiran SSH bisa jadi jalan baru bagi anak Papua untuk mengejar ketertinggalan. Program ini bukan hanya soal menambah waktu belajar, tetapi memberikan pengalaman lebih luas yang bisa membentuk mental dan daya juang generasi muda.

Sepuluh Sekolah Jadi Motor Penggerak SSH

Saat ini, delapan kabupaten di Papua Tengah telah ditetapkan sebagai kawasan penerapan awal program Sekolah Sepanjang Hari. Ada 10 sekolah yang dipilih sebagai motor penggerak SSH, mencakup wilayah Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika. Setiap sekolah dipilih berdasarkan kesiapan, kebutuhan lokal, serta kapasitas guru yang ada.

Dia menambahkan di delapan kabupaten se-Papua Tengah saat ini sudah ada 10 sekolah yang akan menjadi motor penggerak SSH, seperti di Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika.

Adapun sistem pembelajaran dalam program ini dibagi menjadi dua bagian. Jam pelajaran berlangsung dari pagi hingga sekitar pukul 12.00 WIT, seperti pola umum sekolah dasar. Setelah itu, program SSH berlanjut melalui kegiatan ekstrakurikuler yang lebih variatif. Mulai dari pelatihan seni, olahraga, kegiatan literasi, hingga pembinaan karakter, semuanya disediakan agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyeluruh.

“Jam pelajaran di sekolah akan berlangsung dari pagi hingga pukul 12.00 WIT kemudian dilanjutkan dengan SSH sebab program itu hanya ekstrakurikuler,” kata Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa.

Model ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah yang selama ini masih menjadi masalah di beberapa wilayah Papua Tengah. Selain itu, langkah ini juga dapat mengatasi tantangan sosial seperti kurangnya aktivitas positif bagi anak-anak di luar jam sekolah yang sering kali membuat mereka rentan terlibat dalam pergaulan yang tidak sehat.

Dengan adanya SSH, sekolah menjadi tempat yang menyediakan kegiatan yang bermanfaat, membuat mereka tetap berada di lingkungan yang terpantau, sambil mengembangkan kemampuan baru yang mungkin tidak mereka dapatkan di rumah.

Keberhasilan program ini tentu sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat lokal. Lingkungan sosial yang mendukung akan menjadi fondasi kuat agar SSH bisa berjalan konsisten dan menciptakan perubahan nyata bagi masa depan anak Papua.

Jika program ini sukses, bukan tidak mungkin SSH bisa diperluas ke lebih banyak sekolah di Papua atau bahkan menjadi percontohan untuk daerah 3T lainnya di Indonesia.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:Papua TengahSekolah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Penghargaan Pelayanan Publik, Akuntabilitas Kinerja, Zona Integritas, dan Budaya Kerja Tahun 2025 kepada perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. (Foto : Dok Pemprov) Gubernur Khofifah Minta Penerima Penghargaan WBK 2025 Realisasikan Pemerintah yang Bersih
Next Article Bukan Sekadar Traveling, Ini Cara Gen Z Ubah Arah Pariwisata Global
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index