By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: PBNU Kutuk Serangan ke Iran, Minta Indonesia Aktif Dorong Deeskalasi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » PBNU Kutuk Serangan ke Iran, Minta Indonesia Aktif Dorong Deeskalasi

Internasional

PBNU Kutuk Serangan ke Iran, Minta Indonesia Aktif Dorong Deeskalasi

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi rudal Iran. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan kecaman keras atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang dinilai memperparah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Gus Yahya, sapaan akrabnya, serangan tersebut tidak hanya berdampak pada Iran, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas global.

“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional, bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme,” ujar Gus Yahya di Jakarta, Senin (2/3).

Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang memicu kekhawatiran berbagai pihak terhadap potensi meluasnya krisis di Timur Tengah.

Selain mengecam serangan tersebut, Gus Yahya juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Imam Ali Khamenei akibat serangan yang terjadi. Ia mengajak umat Islam serta komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran agar diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi situasi sulit ini.

Di sisi lain, Gus Yahya turut menyoroti respons militer Iran yang dinilai memperkeruh keadaan. Ia menyayangkan langkah Iran yang melancarkan serangan ke sejumlah negara tanpa dasar yang dapat diterima secara internasional, karena berisiko memperbesar konflik dan memperumit jalan menuju penyelesaian damai.

“Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika, namun apapun, serangan itu justru akan memperburuk situasi,” kata dia.

PBNU, lanjut Gus Yahya, mendorong masyarakat internasional untuk kembali memperkuat konsensus global melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar lembaga tersebut dapat menjalankan fungsinya secara efektif sebagai penjaga tatanan dunia.

“Kami juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini amanat konstitusi kita,” katanya.

Baca Juga :

Forum Musyawarah Kubro Lirboyo Desak Islah PBNU demi Jaga Marwah dan Keutuhan NU
Anak Muda Wajib Tahu, Peluang Bisnis Besar di Tengah Krisis Kerja

Lebih jauh, ia berharap Pemerintah Indonesia memanfaatkan posisi strategisnya dalam forum internasional, termasuk dalam BoP, guna mendesak Amerika Serikat, Israel, dan para aktor yang terlibat agar segera menghentikan kekerasan serta menempuh jalur diplomasi.

Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian dunia internasional. Situasi ini dinilai berpotensi memicu ketidakstabilan global apabila tidak segera ditangani melalui mekanisme diplomatik yang konstruktif.

Dengan sikap tegas tersebut, PBNU menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara damai demi menjaga stabilitas Timur Tengah dan keamanan internasional secara luas.

You Might Also Like

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia
Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!
TAGGED:IranIran-ASIsraelPBNU
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Utang Kereta Cepat Whoosh 116 Triliun Adalah Beban Fiskal?
Next Article BI Waspadai Dampak Lonjakan Harga Minyak, Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76 Persen
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026

Nestapa Iran! Sudah Berjuang, Tetap Tersingkir AFC Sisakan Jepang dan Australia

2 weeks ago
Internasional

Diduga Ada Bom Perang Dunia II, Operasional Bandara Labuan Malaysia Dihentikan

3 weeks ago
Internasional

Dmitry Peskov Sebut Nuklir Satu-satunya Faktor yang Menahan Perang Global

3 weeks ago
EkonomiInternasionalTerkini

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index