By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: BI Waspadai Dampak Lonjakan Harga Minyak, Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76 Persen
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BI Waspadai Dampak Lonjakan Harga Minyak, Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76 Persen

Ekonomi

BI Waspadai Dampak Lonjakan Harga Minyak, Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76 Persen

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
4 Min Read
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman memaparkan materi dalam acara “Kontan Share & Learn X Bank Indonesia” di Jakarta, Senin (2/3). (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Bank Indonesia (BI) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tekanan inflasi dalam negeri seiring lonjakan harga minyak dunia di tengah memanasnya ketegangan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kenaikan harga energi global dinilai berisiko mendorong biaya transportasi dan produksi, termasuk komoditas pangan.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menyampaikan bahwa otoritas moneter terus memantau perkembangan global melalui tiga jalur utama transmisi ke ekonomi domestik, salah satunya pergerakan harga komoditas strategis.

“Sekarang kita sudah mulai melihat bagaimana perkembangan harga minyak, harga emas, dan nanti juga penting untuk melihat harga pangan. Karena kalau harga minyaknya mengalami peningkatan, tentunya ada (dampak biaya) transportasi dan lain-lain,” kata Aida di Jakarta, Senin (2/3).

Selain komoditas, BI juga mencermati dinamika pasar keuangan global yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah. Fluktuasi kurs dapat berdampak pada harga barang impor serta stabilitas harga di dalam negeri. Di saat yang sama, perlambatan perdagangan global turut menjadi perhatian karena dapat menekan pertumbuhan dan memengaruhi permintaan agregat serta inflasi.

“Komitmen BI tetap menjaga stabilitas. Dan kami terus berada di pasar untuk memastikan stabilitas nilai tukar terjaga, termasuk juga inflasi,” kata Aida.

Data terbaru menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2026 mencapai 4,76 persen secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan ini antara lain dipengaruhi low base effect, mengingat pada periode yang sama tahun lalu pemerintah menerapkan diskon tarif listrik yang memicu deflasi.

Kelompok administered prices (AP) pada Februari 2026 tercatat mengalami inflasi 12,66 persen, berbalik tajam dari kondisi Februari tahun sebelumnya yang mengalami deflasi minus 9,02 persen.

Meski demikian, BI menilai prospek ekonomi domestik 2026 masih terjaga. Momentum pertumbuhan pada kuartal I dipandang strategis, terutama karena adanya sejumlah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang biasanya mendorong konsumsi masyarakat.

Di sisi fiskal, konsumsi pemerintah juga diperkirakan meningkat. Pemerintah telah menyampaikan komitmen untuk merealisasikan belanja pada awal tahun guna memastikan program berjalan sesuai rencana.

Baca Juga :

Nasib Jakarta Usai Bukan Ibu Kota Negara hingga Kekosongan Status Hukum
Elektabilitas Melesat Tajam, Erick Thohir Kalahkan Sandiaga dan Mahfud MD

“Kalau itu terjadi, tentunya konsumsi daripada swasta akan mengalami peningkatan dan tentunya ini mengakibatkan permintaan domestik mengalami peningkatan dan juga produksi-produksi lainnya,” kata Aida.

Ia menekankan pentingnya memperkuat mesin pertumbuhan dari dalam negeri di tengah ketidakpastian global. Permintaan domestik yang solid dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas dan kesinambungan ekonomi nasional.

Secara keseluruhan, BI memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap berada di jalur yang positif. Setelah mencatat pertumbuhan 5,11 persen pada 2025, laju ekonomi 2026 diperkirakan berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Inflasi juga ditargetkan tetap terkendali dalam rentang 2,5 plus minus 1 persen.

“Tentunya tentang jalur (tiga jalur utama yang dicermati BI) berbagai macam dampak dari perang, nanti akan kita terus melakukan monitoring lebih lanjut,” ujar Aida.

Dari sektor eksternal, defisit transaksi berjalan diproyeksikan tetap terjaga pada kisaran 0,9 persen hingga 0,1 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sementara itu, pertumbuhan kredit menunjukkan tren positif. Pada akhir 2025, kredit tumbuh 9,69 persen dan meningkat menjadi 9,96 persen pada Januari 2026. Sepanjang tahun ini, pertumbuhan kredit ditargetkan berada dalam rentang 8–12 persen.

Dengan kombinasi kebijakan moneter yang hati-hati dan penguatan permintaan domestik, BI optimistis stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:Bank IndonesiaHarga Minyak DuniaInflasi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article PBNU Kutuk Serangan ke Iran, Minta Indonesia Aktif Dorong Deeskalasi
Next Article Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jamaah Tunda Keberangkatan Umrah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index