INVERSI.ID – Peluang kerja ke luar negeri untuk anak muda kini semakin terbuka lebar melalui program yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 3.000 lowongan pekerjaan disiapkan bagi generasi muda untuk ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA) pada sektor formal. Menariknya, skema penempatan ini menggunakan konsep zero cost atau tanpa biaya, sehingga para pekerja migran tidak dibebani ongkos penempatan. Gaji yang ditawarkan juga cukup menggiurkan, berkisar antara Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan, lengkap dengan fasilitas makan, tempat tinggal, dan tambahan upah lembur.
Langkah ini menegaskan bahwa peluang kerja ke luar negeri untuk anak muda tidak lagi menjadi hal yang sulit diakses, terutama bagi mereka yang berasal dari daerah. Dengan adanya skema tanpa biaya penempatan, generasi muda NTB memiliki kesempatan lebih besar untuk mengubah nasib sekaligus memperoleh pengalaman kerja internasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menyampaikan bahwa peluang kerja ke luar negeri untuk anak muda tidak hanya terbatas di UEA, tetapi juga tersedia di Jepang dan Korea Selatan. Menurutnya, negara-negara tersebut tengah menghadapi masalah perlambatan pertumbuhan penduduk, sehingga kebutuhan tenaga kerja dari luar negeri semakin meningkat.
“Negara-negara ini pertumbuhan penduduknya agak tersendat, jadi generasi kerjanya minim. Mau tidak mau, mereka akan mencari (pekerja) dari luar,” ujarnya, Sabtu (13/9).
NTB Dorong Penempatan Legal dan Lindungi Anak Muda dari Risiko
Pemerintah Provinsi NTB menekankan pentingnya proses penempatan pekerja migran secara legal. Hal ini untuk mencegah risiko perdagangan orang, pekerja ilegal, hingga eksploitasi tenaga kerja yang masih sering terjadi di sejumlah negara tujuan.
“Jangan lagi berangkat tapi ilegal, itu tidak boleh. Di situlah fungsi kami menyiapkan anak-anak muda untuk masuk sektor formal,” tegas Nelly.
Dengan komitmen ini, Pemprov NTB ingin memastikan bahwa warganya yang berangkat bekerja ke luar negeri memiliki perlindungan hukum dan akses ke fasilitas yang layak. Bekerja di luar negeri bukan hanya soal mendapatkan gaji tinggi, tetapi juga soal keselamatan, keberlanjutan karier, serta jaminan masa depan.
Jenis Pekerjaan yang Ditawarkan di Uni Emirat Arab
Dalam program kali ini, jenis pekerjaan yang tersedia di UEA cukup beragam, terutama di sektor jasa. Beberapa di antaranya adalah:
- Housekeeping
- Barista
- Bidang jasa lainnya sesuai kebutuhan perusahaan di UEA
Penempatan tenaga kerja ini akan difasilitasi oleh PT Wira Karitas yang berbasis di Mataram. Perusahaan tersebut bekerja sama langsung dengan perusahaan-perusahaan di UEA untuk memastikan perekrutan berlangsung transparan dan sesuai prosedur.
“Alhamdulillah, untuk UEA kami terapkan zero cost, sama seperti Malaysia. Saat ini yang mengirim baru satu perusahaan, PT Wira Karitas. Syaratnya bahasa Inggris dasar,” jelas Nelly yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfotik NTB.
Persyaratan bahasa Inggris dasar menjadi kunci utama agar anak muda yang bekerja di luar negeri mampu berkomunikasi, meskipun tidak dituntut harus fasih. Dengan kemampuan ini, mereka diharapkan bisa beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan kerja internasional.
Fokus Rekrutmen Alumni SMK dan SMA
Saat ini, Disnakertrans NTB sedang mengumpulkan data dari para alumni SMK maupun SMA untuk mengisi kuota 3.000 pekerja tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa generasi muda NTB benar-benar siap secara keterampilan maupun bahasa sebelum diberangkatkan.
“Kami kumpulkan alumni-alumni SMK, tapi tidak menutup yang lulusan SMA. Ini berkaitan dengan skill dan bahasa. Tahun ini PT Wira Karitas sudah mulai bergerak mencari peluang dan kami menghubungkan dengan Poltekpar,” ungkap Nelly.
Selain itu, Pemprov NTB juga menggandeng Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk memaksimalkan pelatihan dan persiapan tenaga kerja. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan pekerja migran yang tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan etos kerja tinggi.
Peluang Karier dan Dampak Ekonomi
Program ini bukan hanya membuka jalan bagi anak muda NTB untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dengan gaji yang ditawarkan Rp8–10 juta per bulan, pekerja migran berpotensi meningkatkan taraf hidup keluarga di kampung halaman sekaligus menyumbang devisa bagi daerah.
Selain itu, pengalaman kerja di luar negeri bisa menjadi modal penting ketika mereka kembali ke Indonesia. Keterampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk membangun usaha, mengembangkan karier, atau bahkan membantu menciptakan lapangan kerja baru.
Program seperti ini juga menjadi bentuk nyata bahwa pemerintah daerah mampu menghadirkan solusi konkret bagi persoalan ketenagakerjaan, terutama di kalangan generasi muda.
Tantangan yang Perlu Dihadapi
Meski peluangnya besar, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi anak muda sebelum memutuskan untuk bekerja ke luar negeri, di antaranya:
- Kemampuan bahasa Inggris yang masih perlu ditingkatkan.
- Kesiapan mental menghadapi budaya kerja yang berbeda.
- Disiplin dan etos kerja tinggi yang menjadi tuntutan di sektor formal.
- Risiko kerinduan terhadap keluarga karena harus tinggal jauh di luar negeri.
Namun, dengan persiapan yang matang dan dukungan dari pemerintah, tantangan ini bisa diatasi. Program pelatihan yang disiapkan Disnakertrans NTB bersama Poltekpar Lombok juga menjadi bekal tambahan agar anak muda siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Program Pemprov NTB yang membuka peluang kerja ke luar negeri untuk anak muda dengan skema zero cost adalah terobosan penting dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup generasi muda.
Dengan gaji kompetitif, fasilitas lengkap, serta jaminan penempatan legal, anak muda NTB memiliki kesempatan emas untuk meniti karier internasional. Dukungan pemerintah daerah, perusahaan penyalur, serta lembaga pendidikan seperti Poltekpar Lombok menjadikan program ini lebih terstruktur dan aman.
Bagi anak muda yang ingin meraih masa depan cerah, peluang ini bukan sekadar tawaran kerja, melainkan batu loncatan untuk mengasah keterampilan, membangun jaringan global, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal mereka.