INVERSI.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mempercepat pembangunan sejumlah proyek infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan proyek pembangunan dilakukan secara bertahap di berbagai kawasan, mulai dari wilayah Bogor Barat, Bogor Timur, hingga kawasan utara Kabupaten Bogor.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah kelanjutan pembangunan Jalan Malasari yang sebelumnya sempat tertunda akibat penyesuaian teknis dan masukan dari masyarakat terkait perubahan desain jalan.
“Malasari yang kita lanjutkan bukan hanya Malasari. Bogor Barat, Bogor Timur, sampai jalur alternatif menuju Sukamakmur juga kita lanjutkan,” kata Rudy di Cibinong, Rabu.
Menurut Rudy, pembangunan Jalan Malasari dijadwalkan kembali berjalan pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperlancar akses masyarakat dan memperkuat hubungan antarwilayah di Kabupaten Bogor.
Selain itu, di wilayah Rumpin terdapat proyek peningkatan jalan yang awalnya direncanakan menggunakan sistem betonisasi pada 2025. Namun pelaksanaannya harus ditunda sementara karena pemerintah perlu menyesuaikan pembangunan dengan kondisi permukiman warga sekitar.
Pemkab Bogor menegaskan komitmennya untuk tetap menyelesaikan proyek tersebut agar akses transportasi masyarakat menjadi lebih baik.
Di kawasan timur Kabupaten Bogor, pemerintah daerah juga melanjutkan pembangunan sodetan Jalan Transyogi menuju Sukamakmur. Jalur ini dinilai penting untuk membuka pusat ekonomi baru sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.
Selain proyek jalan, Pemkab Bogor juga menargetkan penyelesaian pembangunan pasar hewan terbesar di Kabupaten Bogor yang berlokasi di Jonggol.
“Pasar hewan Bogor terbesar di Jonggol juga kami tuntaskan, mudah-mudahan dapat diresmikan tahun ini,” ujar dia.
Sementara di kawasan utara, pembangunan Jembatan Bomang menjadi bagian penting dalam penataan wilayah Parung. Setelah pembangunan jembatan rampung, pemerintah daerah akan melanjutkan proyek tahap berikutnya berupa pembangunan flyover Bomang.
Rudy menyebut proses lelang proyek flyover Bomang ditargetkan dimulai pada Desember 2026 guna memperkuat konektivitas jalur Bojonggede-Kemang-Parung.
Tak hanya itu, penataan kawasan Parung juga akan dilakukan secara terintegrasi melalui pembenahan Pasar Parung, normalisasi sungai dari kawasan Salabenda, hingga penataan simpang empat Bomang.
Menurut Rudy, pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga menjadi strategi untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Bogor.