INVERSI.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan berbagai agenda untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Sejumlah kegiatan seperti festival lampion hingga atraksi barongsai akan digelar di beberapa titik strategis di ibu kota.
Berbagai kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di sejumlah lokasi, antara lain Lapangan Banteng dan kawasan Glodok. Kedua area ini dipilih karena memiliki nilai historis serta menjadi pusat aktivitas budaya dalam perayaan Imlek di Jakarta.
“Minggu lalu kami, antara pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta, sudah mengadakan rapat bersama untuk menyambut Imlek ini,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa.
Pramono menyampaikan bahwa sejumlah agenda telah disepakati, termasuk rangkaian acara yang akan digelar di Lapangan Banteng sebagai salah satu pusat perayaan Imlek 2026.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menggelar perayaan Cap Go Meh di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai pusat budaya Tionghoa sekaligus destinasi wisata yang kerap menjadi magnet masyarakat saat perayaan Imlek.
Tak hanya di kawasan budaya, atraksi barongsai juga dijadwalkan hadir di sepanjang kawasan Sudirman-Thamrin. Kehadiran barongsai di pusat aktivitas bisnis diharapkan dapat menambah semarak perayaan serta menghadirkan hiburan bagi masyarakat dan pekerja di kawasan tersebut.
Sejumlah gedung perkantoran dan pusat bisnis, khususnya di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), juga mulai dihiasi lampion dan dekorasi khas Imlek. Dekorasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan suasana perayaan yang lebih hidup dan inklusif di ruang-ruang publik Jakarta.
Pramono memastikan perayaan Imlek 2026 akan dikemas secara meriah dan setara dengan perayaan Natal 2025 yang sebelumnya digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Jadi prinsipnya akan kami buat lebih ‘colorful’, meriah, seperti ketika kita menyambut Natal kemarin,” kata Pramono.
Rangkaian perayaan Imlek di Jakarta dijadwalkan berlangsung hingga 17 Februari 2026. Setelah itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai menyesuaikan suasana kota untuk menyambut bulan Ramadhan yang dimulai pada 18 Februari 2026 hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.