By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: 384 Kelas Padat, Pemprov Jabar Siapkan Ruang Baru dan AC untuk SMA dan SMK Negeri
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » 384 Kelas Padat, Pemprov Jabar Siapkan Ruang Baru dan AC untuk SMA dan SMK Negeri

Pendidikan

384 Kelas Padat, Pemprov Jabar Siapkan Ruang Baru dan AC untuk SMA dan SMK Negeri

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
4 Min Read
SMA di Bogor.
SHARE

INVERSI.ID – Sebanyak 384 kelas padat di SMA dan SMK Jawa Barat yang kini menampung hingga 50 siswa per kelas akan segera mendapatkan solusi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi memastikan kondisi tersebut hanya berlangsung sementara, maksimal enam bulan, sambil menunggu pembangunan ruang kelas baru rampung.

Contents
384 Kelas dengan 50 Siswa Per KelasPendingin Ruangan untuk Mengurangi KetidaknyamananRp 100 Miliar Disiapkan untuk 736 Ruang BaruKualitas Belajar Jadi PrioritasDukungan Masyarakat Sangat Diharapkan

Kondisi kelas padat ini terjadi setelah program kuota tambahan SMA dan SMK Negeri Jawa Barat untuk tahun ajaran 2025/2026 diterapkan. Dari total 800 sekolah negeri dengan 8.727 ruang kelas di Jawa Barat, hanya 384 kelas yang terpaksa digunakan untuk menampung jumlah siswa lebih banyak dari kapasitas ideal.

“Ini hanya sementara, enam bulan ke depan ruang kelas baru sudah dibangun,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi dalam keterangan resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat yang dirilis Sabtu, 12 Juli 2025.

384 Kelas dengan 50 Siswa Per Kelas

Menurut Dedi, padatnya jumlah siswa per kelas ini hanya berlaku untuk sebagian kecil sekolah yang menerima kuota tambahan siswa baru. Program ini ditujukan untuk mengakomodasi lebih banyak lulusan SMP/MTs yang melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA atau SMK Negeri.

Ia menegaskan, kondisi belajar di kelas dengan 48-50 siswa ini tidak ideal, tetapi masih bisa dijalankan dengan metode pembelajaran yang tepat di tingkat SMA dan SMK.

“Kalau SD itu gurunya memang harus mendampingi satu-satu. Kalau SMA dan SMK sudah beda, interaksinya lebih pada paparan materi, membaca, menganalisis, jadi masih bisa,” jelas Dedi.

Pendingin Ruangan untuk Mengurangi Ketidaknyamanan

Ruang Baru dan AC untuk SMA dan SMK Negeri.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan para siswa di kelas padat, Pemprov Jawa Barat akan memasang dua unit pendingin ruangan (AC) di setiap kelas. Dedi menjelaskan, pengadaan AC ini berasal dari sumbangan berbagai pihak yang peduli pada pendidikan di Jawa Barat.

Salah satunya adalah Joshua Sirait, putra Menteri Perumahan Kawasan dan Pemukiman Maruarar Sirait, yang ikut berkontribusi.

“Ini gotong royong dari pebisnis, tokoh masyarakat, hingga warga yang peduli terhadap pendidikan. Semua demi kenyamanan anak-anak kita saat belajar,” ujar mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Baca Juga :

HUT ke-26 Kabupaten Nunukan! Persatuan yang Tersaji di Meja Makan
Beri Kenyamanan nan Ikonik, Ini 5 Fakta Menarik Suzuki Jimny

Rp 100 Miliar Disiapkan untuk 736 Ruang Baru

Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk membangun ruang kelas baru di SMA dan SMK Negeri. Rencananya, akan dibangun sekitar 736 ruang kelas tambahan yang lokasinya ditentukan setelah proses penerimaan siswa baru selesai.

“Kami tidak ingin siswa belajar dalam kondisi padat dalam waktu lama. Paling lambat enam bulan ke depan ruang baru sudah mulai digunakan,” ujar Dedi.

Pembangunan ruang kelas baru ini diharapkan dapat menampung lonjakan jumlah siswa di sekolah negeri, sekaligus menjaga kualitas pembelajaran tetap optimal.

Kualitas Belajar Jadi Prioritas

Meski mengakui jumlah siswa di dalam kelas lebih banyak dari kapasitas ideal, Dedi menegaskan kualitas belajar tetap menjadi prioritas Pemprov Jawa Barat.

Menurutnya, guru-guru SMA dan SMK sudah terbiasa dengan metode pembelajaran berbasis mandiri dan diskusi kelompok, sehingga proses belajar masih bisa berjalan baik meski dengan jumlah siswa lebih banyak.

“Kita yakin guru-guru kita mampu menyiasati kondisi ini sambil menunggu ruang baru selesai. Yang penting semua anak bisa sekolah dan tidak ada yang putus di tengah jalan,” tambahnya.

Dukungan Masyarakat Sangat Diharapkan

Langkah gotong royong berbagai pihak dalam mendukung dunia pendidikan diapresiasi oleh Pemprov Jawa Barat. Melalui bantuan pendingin ruangan hingga sumbangan untuk pembangunan kelas, Dedi berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas kita semua. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.***

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:JabarSMAsmk
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kisah Avan Ferdiansyah: Putra Penjual Es di Ponorogo Raih Beasiswa ITB Berkat 100 Lebih Piala Prestasi
Next Article Daftar Lengkap Sekolah SMA dan SMK Swasta Gratis di Jakarta 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index