By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kisah Avan Ferdiansyah: Putra Penjual Es di Ponorogo Raih Beasiswa ITB Berkat 100 Lebih Piala Prestasi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kisah Avan Ferdiansyah: Putra Penjual Es di Ponorogo Raih Beasiswa ITB Berkat 100 Lebih Piala Prestasi

Terkini

Kisah Avan Ferdiansyah: Putra Penjual Es di Ponorogo Raih Beasiswa ITB Berkat 100 Lebih Piala Prestasi

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSII.ID – Kisah Avan Ferdiansyah, siswa berprestasi Ponorogo yang sukses menembus Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia. Meski hanya anak dari penjual es kocok, Avan berhasil mengoleksi lebih dari 100 piala kejuaraan akademik sejak kecil, hingga akhirnya mendapat beasiswa kuliah ITB berkat kerja kerasnya.

Contents
Prestasi Dimulai Sejak Sebelum SDTantangan Ekonomi Tidak Melemahkan SemangatDiterima di ITB dan Raih BeasiswaInspirasi Bagi Generasi Muda Indonesia

Prestasi Avan viral di media sosial setelah dosen ITB yang melakukan validasi beasiswa mengunggah video lemari penuh piala di rumah sederhananya. Rumah berukuran 3×4 meter itu hanya memiliki satu ruang tamu kecil, kasur, meja belajar, dan lemari kayu yang sesak oleh piala yang dikumpulkan Avan sejak masih TK.

Dengan latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan, Avan membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk meraih mimpi besar. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, tekad, dan prestasi bisa membuka jalan ke masa depan gemilang.

Prestasi Dimulai Sejak Sebelum SD

Menurut ibunya, Umi Latifah, bakat Avan sudah terlihat sejak usia pra-sekolah. Bahkan sebelum duduk di bangku SD, Avan sudah bisa membaca dan berhitung karena gemar mengamati poster abjad dan angka di rumah.

“Avan ikut lomba sejak sebelum masuk SD, waktu itu di salah satu mal di Madiun, langsung juara. Sejak itu hampir setiap bulan dia ikut lomba dan selalu pulang bawa piala,” tutur Umi.

Ketertarikannya pada dunia pengetahuan semakin berkembang saat ia mulai membaca buku-buku ensiklopedia anak bergambar seri Why, yang harganya cukup mahal untuk keluarga mereka. Namun, kedua orang tuanya tetap berusaha membelikan buku itu demi menunjang minat belajar Avan.

Sejak SD hingga SMA, Avan langganan juara lomba matematika. Saat SMP, minatnya beralih ke biologi karena bercita-cita menjadi dokter. Namun, setelah menyadari biaya kuliah kedokteran yang mahal, ia mulai melirik bidang ilmu bumi yang tetap mencakup pelajaran favoritnya seperti matematika, kimia, dan biologi.

Tantangan Ekonomi Tidak Melemahkan Semangat

Avan sadar betul keterbatasan ekonomi keluarganya, yang hanya bergantung pada penghasilan orang tua berjualan es kocok di alun-alun Ponorogo. Meski begitu, semangatnya untuk mengejar prestasi tak pernah padam.

Ia terinspirasi dari alumni SMA-nya yang pernah diterima di ITB lewat jalur Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang ilmu bumi. Sejak itu, Avan mulai bertekad mengikuti jejak serupa, meski akhirnya gagal meraih trofi saat bertanding di ITB.

Baca Juga :

7 Manfaat Saffron untuk Kesehatan Kulit, Dapat Mencegah Penuaan Dini
Indonesia U22 Berada di Posisi Pertama Grup A Sea Games 2023 Setelah Kalahkan Filipina

Sempat patah semangat, Avan kembali bangkit setelah guru pembinanya menyemangati untuk mencoba jalur SNBP.

“Jangan terlalu pikirkan soal biaya dulu, yang penting buktikan dulu kalau kamu bisa,” ujar sang guru, seperti diceritakan Avan.

Diterima di ITB dan Raih Beasiswa

Avan Ferdiansyah mendapat beasiswa masuk ITB.

Avan belajar sungguh-sungguh untuk seleksi SNBP hingga akhirnya diterima di FITB ITB. Untuk biaya kuliah, ia mengajukan keringanan dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu.

Tim ITB bahkan datang langsung ke rumahnya untuk mengecek kondisi ekonomi keluarganya. Mereka dibuat kagum saat melihat ratusan piala di lemari kayu rumah sederhana itu.

“Awalnya mereka hanya ingin lihat kondisi rumah, pekerjaan orang tua. Tapi waktu lihat piala-piala itu, mereka sampai bilang: ‘Ini serius piala? Kirain toko piala,’” kenang Avan sambil tersenyum.

Beruntung, pengajuan beasiswa Avan disetujui. Ia mendapat bantuan dari program beasiswa Paragon untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Kini, Avan bisa melangkah ke kampus impiannya tanpa harus membebani orang tua.

Inspirasi Bagi Generasi Muda Indonesia

Avan kini menjadi simbol bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah pada keadaan. Dengan kerja keras, disiplin, dan doa orang tua, ia berhasil membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih.

“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Jangan pesimis duluan. Mimpi itu gratis, yang mahal usaha kita untuk mewujudkannya,” pesan Avan kepada teman-teman sebaya yang juga ingin berkuliah di kampus impian.

Kisah Avan Ferdiansyah seharusnya menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Indonesia, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Karena pada akhirnya, bukan latar belakang yang menentukan masa depanmu, tetapi tekad dan kerja kerasmu sendiri.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Avan FerdiansyahBeasiswaITB
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prestasi Siswa MAN 4 Jakarta Selatan Bersinar di Yakutsk International Science Fair 2025
Next Article 384 Kelas Padat, Pemprov Jabar Siapkan Ruang Baru dan AC untuk SMA dan SMK Negeri
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index