Inversi. Di era di mana Gen Z dan milenial mendominasi ruang publik dan digital, perusahaan energi nasional, Pertamina, menunjukkan langkah adaptif yang signifikan.
Partisipasi Pertamina sebagai sponsor utama di Festival Teman Kota yang diselenggarakan Katadata di Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (24-25/11/2025), adalah strategi corporate branding cerdas yang berupaya menembus noise dan mendekatkan layanan ke kelompok usia produktif.
Melalui desain booth yang interaktif, modern, dan mudah diakses, Pertamina berhasil mendemistifikasi citra perusahaan energi yang kerap dianggap formal dan teknis. Pendekatan ini memadukan tiga elemen kunci yang menarik bagi anak muda: edukasi, hiburan, dan manfaat langsung.
Inti dari aktivitas booth adalah ajakan untuk mengunduh aplikasi MyPertamina. Aplikasi ini dipromosikan bukan sekadar sebagai alat transaksi, tetapi sebagai pusat layanan digital dan reward yang terintegrasi dengan gaya hidup urban.
Insentif yang diberikan kopi gratis dan sesi photobox instan secara psikologis menciptakan hubungan positif (positive reinforcement). Sebagaimana diungkapkan pengunjung seperti Sabila, Salwa, dan Salsa, insentif kecil ini mengubah niat awal mereka untuk sekadar bermain di Blok M menjadi pengalaman interaktif dengan brand Pertamina.
Pendekatan ini sangat efektif dalam konteks ekosistem digital: Pertamina berhasil menanamkan brand awareness dan meningkatkan jumlah pengguna aplikasi melalui cara yang santai, memperkuat persepsi bahwa perusahaan energi tersebut semakin dekat dengan gaya hidup digital masyarakat modern.
Mindful Korporasi: Isu Mental Wellness sebagai Prioritas
Selain aktivitas booth yang berorientasi pada produk, Pertamina mengambil langkah lebih jauh dengan terlibat dalam Sesi Mindful Talk bertema “Membangun Lingkungan Kerja yang Mental Friendly”.
Kehadiran Senior Analyst I Manpower Planning & Recruitment PT Pertamina (Persero), Febryanti Kristiani, dalam sesi ini mengirimkan pesan institusional yang kuat. Topik kesehatan mental (mental wellness) adalah isu krusial bagi Gen Z dan milenial, baik sebagai konsumen maupun calon karyawan.
Dengan membahas isu ini secara terbuka, Pertamina menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada kinerja dan teknologi bisnis, tetapi juga menempatkan well-being karyawan sebagai prioritas strategis. Febryanti Kristiani menjelaskan komitmen tersebut:
“Menurut kami, well-being itu penting. Makanya kami (Pertamina) punya program Employee Well Being yang mencakup semua hal mulai dari finansial, fisik, spiritual hingga mental karena semua itu menjadi satu.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa well-being karyawan dipandang sebagai investasi human capital, bukan sekadar biaya operasional. Lingkungan kerja yang mental friendly, suportif, dan seimbang adalah kunci untuk mempertahankan talenta terbaik dan meningkatkan produktivitas jangka panjang.
Implikasi Corporate Social Responsibility dan Visi Humanis
Kehadiran Pertamina di Festival Teman Kota 2025 memberikan implikasi yang lebih luas mengenai visi perusahaan energi di masa depan:
- Transformasi Komunikasi: Perusahaan besar, terutama di sektor energi dan pertambangan, dapat meninggalkan citra formalnya dan mengadopsi bahasa yang lebih humanis dan interaktif untuk menjangkau publik urban yang kritis dan cerdas.
- Keterlibatan Isu Sosial: Dengan memilih tema kesehatan mental, Pertamina menunjukkan relevansi sosial yang melampaui produk intinya. Ini adalah bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada isu well-being masyarakat dan calon tenaga kerja.
- Menciptakan Employer Branding yang Menarik: Bagi Gen Z yang mencari pekerjaan, employer branding yang peduli terhadap mental wellness adalah faktor penentu. Pertamina secara tidak langsung menggunakan sesi talk ini sebagai platform untuk menarik talenta terbaik yang menghargai keseimbangan kerja dan hidup.
Melalui pendekatan yang cerdas di Taman Literasi, Pertamina sukses membuktikan bahwa perusahaan energi nasional mampu menjadi entitas yang adaptif, modern, dan paling penting, peduli terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental pegawainya serta publik secara umum.