Polda Metro Jaya berencana meminta keterangan sejumlah saksi terkait kematian kreator konten dan pemengaruh Lula Lahfah. Salah satu pihak yang akan dimintai keterangan adalah kekasihnya, Reza “Arap” Oktavian.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Jakarta, Minggu.
“Iya informasi (bakal diperiksa) Senin, kalau enggak salah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Rencana Pemeriksaan Saksi
Budi menjelaskan, pemeriksaan saksi rencananya akan dilakukan di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Dalam proses tersebut, penyidik akan mendalami sejumlah aspek, termasuk kondisi dan riwayat kesehatan Lula sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Tergantung yang bersangkutan, tapi sudah dikomunikasikan untuk bisa hadir di hari Senin (26/1). Sama teman-teman dekat (Lula) yang datang ke lokasi kejadian,” ucapnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari orang-orang terdekat yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian tersebut.
Imbauan Polisi kepada Masyarakat
Seiring berjalannya proses penyelidikan, Budi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto-foto korban maupun membuat asumsi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami juga mengimbau untuk kita menjaga empati keluarga almarhum atas kejadian ini,” kata Budi.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara profesional dan meminta publik memberikan ruang bagi keluarga serta aparat untuk menjalankan proses hukum yang sedang berlangsung.
Temuan Polisi di Lokasi Kejadian
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menemukan sejumlah barang di apartemen yang ditempati Lula Lahfah di lantai 25 sebuah apartemen di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru. Penemuan tersebut dilakukan pada Jumat (23/1) sekitar pukul 18.44 WIB.
“Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/1).
Murodih menjelaskan, saksi awalnya merasa curiga karena Lula tidak merespons dan pintu apartemen dalam kondisi terkunci. Diketahui, Lula baru saja menjalani pengobatan pada malam sebelumnya.
Saksi kemudian meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu. Saat ditemukan, Lula dalam kondisi terlentang di atas kasur dengan selimut putih, mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam.
“Cek denyut nadi, detak jantung sudah tidak berjalan atau bergerak,” katanya.