JAKARTA, INVERSI – Kepolisian terus mendalami penyebab insiden minibus pengangkut Makan Bergizi Gratis atau MBG yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis pagi. Peristiwa tersebut memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan menyebabkan sejumlah korban luka yang harus mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, proses penyelidikan berjalan intensif untuk memastikan faktor penyebab serta kemungkinan adanya unsur kelalaian.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri menjelaskan bahwa pengemudi minibus yang terlibat dalam insiden tersebut adalah seorang pria berinisial AI. Ia diketahui merupakan sopir pengganti yang ditugaskan sementara untuk mengantarkan makanan program Makan Bergizi Gratis ke sekolah tersebut.
“Sopir pria berinisial AI ini ditemani kernet MRR saat aksi tabrakan itu terjadi,” ujar Bobi di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan bahwa sopir utama yang biasa mengoperasikan kendaraan itu sedang sakit sehingga AI menggantikannya.
“Pengemudi ini sudah dua kali membawa mobil untuk mengirimkan Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan awal dari pengemudi, Bobi menyebut bahwa area sekolah berada sedikit di atas atau berada pada kondisi tanjakan. AI mengaku telah berusaha menginjak pedal rem ketika hendak masuk ke area sekolah, namun rem diduga tidak berfungsi dengan normal. Situasi tersebut membuat pengemudi panik karena khawatir kendaraan justru akan meluncur dan membahayakan lebih banyak orang.
Dalam kepanikan itu, AI kemudian menginjak pedal gas dengan kuat tanpa menyadari bahwa pedal yang ditekan bukanlah rem.
“Dia injak pedal gas dalam, dan dia mengira yang diinjak adalah rem. Ini keterangan sementara karena kami masih melakukan olah TKP,” terang Bobi.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Utara memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan menyeluruh. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendiz menegaskan bahwa kepolisian terbuka terhadap seluruh kemungkinan yang muncul dalam penyelidikan, termasuk dugaan pelanggaran hukum.
“Kami menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen mengusut kasus ini secara menyeluruh,” kata Erick di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa apabila ditemukan unsur pidana, maka proses akan dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami memastikan bahwa penanganan kasus dilakukan secara cepat oleh jajaran kepolisian,” ujarnya.
Saat ini, pengemudi telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara unit teknis melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan kondisi kendaraan, sistem pengereman, serta posisi kendaraan ketika masuk ke halaman sekolah.
Pemeriksaan terhadap saksi dan pihak terkait juga terus digencarkan untuk memperkuat konstruksi penyelidikan.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan berbagai instansi terkait untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal serta memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman.
Insiden ini terjadi ketika para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi di lapangan sekolah, sehingga situasi menjadi sangat rentan saat kendaraan tersebut masuk tanpa kendali ke area halaman.
Dengan masih berlangsungnya proses penyelidikan, kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Penanganan komprehensif terus dilakukan demi memastikan fakta penyebab kejadian dapat terungkap secara objektif dan akurat.
Baca Juga : https://inversi.id/insiden-mobil-mbg-masuk-area-sekolah-di-cilincing-polisi-ungkap-langkah-penyidikan/