SURABAYA, INVERSI – Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, kembali dibangun usai.mengakami tragedi bangunan ambruk yang memakan puluhan korban jiwa pada akhir Oktober 2025.
Pembangunan kembali pesantren itu ditandai dengan peletakan baru pertama atau groundbreaking yang dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar pada Kamis (11/12/2025).
Pada kesempatan itu, Muhaimin mengatakan bahwa groundbreaking bukan sekadar seremonial tapi sebagai momentum muhasabah, sekaligus ajakan untuk bahu membahu dan gotong royong memperbaiki pesantren.
Menurutnya, musibah bangunan rubuh yang menimpa Ponpes Al Khoziny, harus menjadi pelajaran penting agar terus berbenah demi kualitas pendidikan pesantren untuk para santri di Indonesia.
“Musibah Al Khoziny harus menjadi penyadar, tempat kita bangkit melihat masa depan yang lebih baik. Pak Presiden (Prabowo Subianto) punya komitmen dan perhatian tinggi ketika menyangkut pesantren,” imbuhnya.
Muhaimin mengungkapkan, sejak awa tragedi, Presiden telah menginstruksikan pemerintah agar bergerak cepat dan memastikan proses pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny berjalan lancar.
Muhaimin mengatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berjanji akan melakukan audit pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
“Lintas kementerian akan terus melakukan audit. Bukan hanya pesantren, tetapi semua lembaga pendidikan yang rawan dan membahayakan anak didik. Sekarang baru 80 pesantren (yang sudah diaudit),” pungkasnya.
Bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/10/2025), saat para santri sedang menunaikan Salat Asar berjamaah.
Akibatnya, sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Karena pertimbangan akses yang terbatas, pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny tidak dilakukan di lokasi lama (bangunan ambruk), Jalan Khr Abbas, melainkan di Jalan Siwalanpanji II yang lebih strategis.