Halo Inversi! Kota Semarang lagi-lagi jadi pusat semangat dan prestasi pelajar di Jawa Tengah! Ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2025 resmi digelar, diikuti lebih dari 2.344 atlet pelajar jenjang SMA sederajat dari 35 kabupaten/kota.
Acara ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tapi juga jadi momen penting untuk membibitkan atlet muda yang siap berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 bahkan level internasional.
Kepala Bidang Olahraga Disporapar Jateng, Suci Baskorowati, menjelaskan, Popda Jateng 2025 mempertandingkan 21 cabang olahraga. Mulai dari angkat besi, atletik, balap sepeda, bola voli, bulu tangkis, dayung, judo, karate, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, sepak takraw, sepak bola, taekwondo, tenis, tinju, hingga wushu.
“Popda Jateng 2025 adalah ajang evaluasi hasil pembinaan prestasi olahraga pelajar tingkat daerah. Dari sini, kita bisa menghasilkan calon atlet nasional yang siap mengharumkan nama daerah dan bangsa di level Asia Tenggara hingga dunia,” kata Suci melalui pesan singkat.
Semua Venue Siap, Semua Cabang Olahraga Bergelora
Popda kali ini mengambil beberapa venue di Kota Semarang. Beberapa contohnya:
- Angkat besi: Gedung Prof. Soegijono, FIK Unnes
- Atletik: Tri Lomba Juang
- Basket dan bulu tangkis: GOR Sahabat
- Menembak dan panjat tebing: Kompleks Stadion Jatidiri
- Taekwondo: Udinus Satria Sport Centre
- Wushu: Lapangan futsal Manunggal Jati
Suci menekankan bahwa pemilihan venue ini selain untuk memenuhi standar pertandingan, juga memudahkan atlet, pelatih, dan ofisial agar bisa maksimal menunjukkan kemampuan. Ajang ini sekaligus mengukur efektivitas program pembinaan olahraga pelajar daerah, sekaligus meningkatkan motivasi generasi muda untuk terus berlatih dan berprestasi.
Klasemen Medali Sementara
Hingga Selasa petang, Kota Semarang memimpin klasemen medali dengan total 21 medali (10 emas, 6 perak, 5 perunggu). Posisi kedua ditempati Kota Surakarta dengan 4 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Kabupaten Pati menempati posisi ketiga dengan 3 emas dan 1 perunggu.
Perolehan medali ini menjadi indikator awal dari kekuatan tiap daerah, sekaligus motivasi bagi pelajar lain untuk meningkatkan performa di hari-hari berikutnya.
Tidak hanya atlet yang bergerak di lapangan, event ini juga menggerakkan ekonomi lokal. Sebanyak 868 pelatih dan ofisial turut hadir, memberikan dampak bagi sektor transportasi, kuliner, dan akomodasi di Semarang. Ajang ini menunjukkan bahwa olahraga pelajar bisa menjadi katalisator positif, bukan hanya dari sisi prestasi, tapi juga ekonomi dan sosial.
Popda Jateng 2025 membuktikan bahwa generasi muda Jawa Tengah penuh talenta dan semangat juang tinggi. Setiap lompatan atletik, setiap smash bulu tangkis, dan setiap tembakan di lapangan menandai komitmen mereka untuk mengasah skill, disiplin, dan sportivitas.
Event ini bukan hanya soal medali, tapi tentang menyiapkan pelajar yang tangguh, kreatif, dan siap bersaing di level nasional dan internasional. Semangat Popda membuktikan bahwa olahraga pelajar bisa menjadi ajang pembentukan karakter dan pendorong prestasi yang membanggakan.